DI BALIK TAWANYA, TERNYATA SEMPAT HANCUR⁉️
Dan untuk Denny Sumargo, kalau tidak melihat potensi OP, rugi sih.
Kisah sendiri, menurutku salah sendiri.Dennis Umar, kok kalau mau menangis dengan kisah lain, kok boleh?
Jadi ini awalnya gara -gara video itu.Katanya, kau banyak cerita sedih.
Sebenarnya, kalau cerita sedihnya tidak ada, tapi... ...karena mau saja diundang ke sini, saya lagi butuh cahaya banyak ini, Pak.Sampai di sini, saya bingung sedih yang mana ini.
Jadi kok buset bagaimana?Sudah ada dia kolingan belum dari dia?
Nah, itu salahnya sendiri kalau tidak mau algoritma banyak.Dia tidak melihat cahayamu.iya, kayanya iya kayanya tak tutup otot tapi ada nggak stand up yang lupa sama komunitasnya?
saya belum berani yang begitu -begitu kok mau 2 juta penonton tidak?1 hari?iya eh, boleh lah kalau saya sebut namanya, kau bisa kasih kode saja ya iya, coba iya, hmm?bintang tamunya belum ada nih lu cerita -cerita lucu aja dulu, biar lu nggak..
biar lu nggak gugup sembarang -sembarang saja iya, sembarang -sembarang saja iya Ya Allah.
Oh iya dia pemanasan dulu nih.Lucu banget.Ini belum mulai aja udah lucu ya?Ampun, kasihan.Ya Allah bebannya itu ya.
Bebannya besar ini.Sampai suruh.Kok pergi cerita di Youtubenya siapa itu?Itu kan Pak Denny disuruh sombong -sombong saya.Aslinya tidak begitu.Apa saya sombongkan ini?
Ya kalau Pak Denny sombong layak saya ini.Nah tapi harus, karena..Untuk itu ternyata ya Allah diundang betulan.
Saya pikir itu tidak mau sampai ke Pak Denny.Sudah 8 tahun katanya dia menghilang.8 tahun tidak setia.Semenjak dia jadi juara pertama Suca 8 tahun yang lalu.Betul ya?Iya.
Ini sih.Tepuk tangan dulu.
Duduk masuk.
Eh, jangan pecem tangan.Tidak enak.
Celebes.
Celebes pride.Tabe.Tabe.Sudah enggak botak ya, Oki Renga ya?Bukan.Oki...
Oki Daeng namanya ya?Oki Deem.Oki Deem Mabone.Orang mana, Ki?Palu.Orang Palu.
"99% accuracy and it switches languages, even though you choose one before you transcribe. Upload → Transcribe → Download and repeat!"
— Ruben, Netherlands
Want to transcribe your own content?
Get started freeDepannya di Parigi.Pak Rigi itu banyakan cerita -cerita setan, kan?
Iya, lewat UNTIRA dia.Iya, betul itu kan?Kalau UNTIRA katanya orang, iya betul.Tapi kalau saya belum melihat langsung.Tapi ya, saya ikuti saja.Karena Bapakku kalau setiap singgah situ, pasti bicara -bicara sendiri.
Kenapa bisa bicara sendiri?Saya tidak tahu waktu itu, kenapa.
Sampai sekarang saya tidak tanya juga.Mungkin katanya kalau orang -orang bilang dia punya teman di situ.Oh.
Bapak mendigokah?Saya tidak tahu.
Saya tidak sempat tanya.Cuma banyak saja barang antiknya.Oh.Ada keturunan -keturunan kau ya?Tidak ada kayaknya.Tidak se -wow itu.
Tapi..Papaku itu yang kayak sempat punya barang -barang antik.Tapi dia..Saya yang tidak percaya itu jadi tidak pernah masuk.
Karena waktu itu..Ada pernah saya disuruh pulang.Dia bilang..Bapak izin dulu mau pergi cari.
Ada di sana itu.Namanya..Piring anti basi.Apa itu?Ada piring katanya barang antik, kalau ditaruh nasi disitu, nasinya tidak basi.
Dan harganya tuh ratusan juta.Saya bilang, Bapak, sudah ada rice cooker.Kenapa pakai yang begitu?Betulan itu, Bang.Disitu saja dia tidak tegur lama.
Hampir SPP ku dia tidak bayar waktu itu.Tapi memang kalau orang zaman dulu beda lah.
Percaya yang begitu.Ada mustika -mustika.
Tapi kalau kita di daerah kan banyak juga orang yang suka kayak mediator begitu ya.
Pernah ke alam itu?Iya, ada.Yang dia kasih masuk, Kedalam badannya sendiri, habis itu dia bicara -bicara sendiri kan.Kan itu bisa impersonate sebenarnya Bang Toh, kalau di dunia suka.Tapi itu kan budayanya.
Tapi dulu pernah kok waktu kecil mengalami itu.Jadi ada orang yang...Bukan kesurupan bahasanya.
Dia bilang dia perahu.Dia kasih istilah dirinya, kalau di kampungku saya sebagai perahu ini.Jadi ada penumpang dari alam gaib masuk ke dalam tubuhnya.Habis itu dia mulai, sebenarnya kau ini, ini, ini.Dia tinggal pakai bahasa -bahasa yang bukan.Misalnya dia orang Palu.
Tapi dia logat Jawa, begitu.Saya rasa ini orang dipelajari bahasa Jawa.Kalau yang ada di Logikaput.
Tapi kan susah.Kalau dia orang Palu, terus dia bisa bicara bahasa Jawa, begitu kan...Berarti, kenapa bisa?Itu kadang -kadang juga saya nggak masuk di akal gitu.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeKalau dia sering nonton, dia nonton sering mulat di masa itu.Itu lah, jangan ribet.Bang, ini dari tadi sudah mulai nih, Bang.
Sudah mulai.Katanya, aduh weh, kau datang kecepatan karena takut nyasar, karena nggak bisa baca Maps.
Jadi saya itu, Bang, karena saya kan sudah 8 tahun baru kesini lagi dari Palu.Awalnya itu Bang, saya tidak perhatikan Meps itu.Karena di Palu jarang buka Meps juga saya.Karena saya hafal semua jalan kalau di Palu, toh.Akhirnya, saya tidak sengaja itu Meps yang mobil.Masuk ke dalam tol, saya kemarin demi Allah, Bang.
Masuk ke dalam tol.Karena kalau alurnya mobil kan bisa masuk tol.Jadi saya ikuti itu.Kok masuk dalam tol Jakarta, sih?Iya, di tol.Ternyata.
Untung tidak ada yang tegur.Saya sendiri yang sadar.Jadi saya lawan harus begini.Di samping -samping terus begini.untuk lawan begini lagi.Baru saya rubah, oh Meps motor.
Makanya saya itu selalu setiap diundang lebih cepat 40 menit, karena saya sudah hitung, saya nyasar itu 40 menit.
Oh, jadi memang nggak susah lihat Meps begitu.
Kalau Jakarta lewatnya sedikit, tapi putarnya itu jauh lagi, Bang, untuk masuk kemari lagi, begini -begini, Bang.
Beda sama di Palu.Di Palu kota kecil.Iya.Terus, aduh, kenapa aku datang ke Jakarta?ke Jakarta?Itu saya gara -gara liat.
Jadi ini awalnya gara -gara video itu.Jadi disitu di video itu gue liat katanya Kau banyak cerita sedih.
Sebenarnya kalau cerita sedihnya tidak ada, tapi karena mau saya jadi undang ke sini, saya lagi butuh cahaya banyak ini, Bang.Jadi kayak, oh saya bilang saja banyak lah kalau Pak Denny mau dengar ceritaku, undang saya sampai di sini, saya bingung sedih yang mana ini.Tapi kalau abang..abang mau sedih sampai..
apa..saya ini minta maaf, ini sudah klipon ke -20 ini.Iya, iya, iya.Dalam 1 bulan ini saya sudah keliling podcast 1 hari, biasa sampai 3.Habis ini saya jam 3 pikir lagi podcast.
Habis itu ada..Karena minta maaf, bang.Bukannya abang sombong, karena prestasi, timnah, segala macam.Sampai sekarang bagus, sombongnya abang itu diterima orang.Saya ini apa lagi yang bisa saya sombongkan, kecuali jam tayangku di Youtube.
Sekarang algoritma ke saya, bang.
Oh lagi lain juga, weh.
Cahayanya katanya besar dia ini.Iya.Pak Wendi, saya janjikan.Saya bilang hari ini.. ..400 ribu tayangan tidak meleset dalam waktu satu hari.
Sampai ini 11 jam, boleh dicek.Sudah 280 tayangan.Tayangannya?Tayangannya, 240 ribu tayangan dalam waktu satu hari.Saya garansi.Kalau meleset, saya tidak akan ke podcast dulu.
Penontonnya?Penontonnya.Kayak ini kan penontonnya dalam waktu satu hari kan sudah 800 ribu, Pak.Bisa dia tebak, dia tebak gitu?Iya.Dengan 4 .200 komentar sudah nih.
"Cockatoo has made my life as a documentary video producer much easier because I no longer have to transcribe interviews by hand."
— Peter, Los Angeles, United States
Want to transcribe your own content?
Get started freeYeay!
Di dalam waktu 1 hari, Pak Denny.
Bagus juga, gua punya pede.Tidak, dan itu terbukti.Sama Indra Primawan, saya cuma kasih Rp70 .000 karena channel kecil kan, Bang?Saya tidak bisa juga garansi yang banyak, saya lihat juga channelnya.Lucu juga ya.Tapi Indra Primawan meleset.
Meleset?Jadi Rp85 .000.Oh, naik sedikit.Naik Rp15 .000, minta maaf, tidak tepat.
Gugup sekali karena ini cahayanya besar sekali.
Tapi saya agak enak karena sudah saya baca ternyata ada Sulawesinya.
Iya, saya dari Makassar.
Iya, jadi kalau..Jadi kalau salah lebih lepas saya bicaranya, toh.
Kok lucu tidak?Maksudnya kan kok juara satu, sucah.Saya juara satu suja.Berarti kan lucu sekali.Terus..
Terus abis itu dia pensiun.Cuma kan kita mau tau, lucu sekali itu bagaimana?Cerita -ceritamu, saya kan tidak nonton.Iya.Mungkin kau bisa open mic, open mic.Yang mana itu?
Yang mana, mau saya aja kucerita lah.
Yang kira -kira bisa..
Biarin stand up -nya.
Ini kemarin kenapa saya hilang gara -gara begini, bebannya yang terlalu besar.Karena saya..Sudah terlalu besar itu juara satunya.Ternyata industri.
.Aduh, hancur saya.Ternyata susah.
Kenapa pusing?Susah setengah mati, kenapa?Setengah mati, jadi sudah besar sekali beban ini.Di setiap kemana -mana itu mau tampil stand -up, sudah di present itu.Ini dia juara satu.Stand -up komedi, pasti lucu dalam hatiku.
Setiap mau tampil, saya muntah, Pak.
Setiap mau tampil, naik asam lambungku, Pak.Setiap mau tampil, naik asam lambungku, turun badanku dalam hatiku.Ini gara -gara lucu mati muda saya berhenti.8 tahun saya.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeSaya tidak mau lagi stand up pada ini.Saya tidak mau lagi pada ini.Jadi iya, minta maaf saya.Tapi memang iya, kalau orang sudah...Maksudnya, apalagi juara 1 ya.Juara 1.
Pasti orang di kepalanya, eh lucu dong.
Lucu, ayo melucu dulu.Ayo melucu dulu.Padahal kan kalau kita orang stand up itu dibikin dulu.
Tidak yang tiba -tiba.
Iya kan ada tulis dulu kan.Iya ditulis dulu, dicatat dulu, dibikin dulu.Apa yang mau dibilang ini, apa yang mau dibilang ini.Nah kebetulan waktu itu tidak tahu rejekiku saja.Kok bisa entertain?Kok bisa main dengan Maeso Ima?
Orang senang, kok rating bagus waktu itu, tak?Begitu saya juara 2018 akhir, 2019 itu masuk corona.Oh iya.
Jadi orang juara 1, tang, tang, tang, tang, tang.
Saya juara 1, hilang karena tidak ada pun orang mau nonton stand up.Semua pakai masker.Mana saya mau lihat ketawanya orang pakai masker?Iya, waktu itu masih corona.Nah, kita ini stand up justru butuh semangat dari ketawanya penonton.Kalau ditutup mulutnya ketawa, ragu juga kita.
Salah pernah tidak, Kawano?Di jalan, kan?Waktu kau habis juara begitu.Tiba -tiba orang kenal, kan?Pasti kenal, kan?Apalagi dipahalu.
Iya, tiba -tiba dicolek.
Kebetulan waktu di masa itu tidak ada yang begitu karena bertepatan palu gempa.
Jadi saya itu, Pak.Lagi momennya tidak pas.
Saya itu tidak ada yang kena ena setelah juara.Banyak orang juara satu bintang emon.Tak!Juara satu aciresti.Tak!Juara satu ini.
Ini.Ini.Ini.
Ini.Ini.Ini.Ini.Ini.Ini.
Ini.Ini.Ini.Ini.Ini.Ini.
Ini.Ini.Ini.Ini.Ini.Ini.
Ini.Ini.Ini.Ini.Ini.Ini.
"Your service and product truly is the best and best value I have found after hours of searching."
— Adrian, Johannesburg, South Africa
Want to transcribe your own content?
Get started freeIni.Ini.Ini.Ini.
Ini.Ini.Ini.Ini.Ini.Ini.
Ini.Ini.Ini.Ini.Ini.Ini.
Ini.Ini.Ini.Ini.Ini.Ini.
Ini.Ini.Ini.Ini.Ini.Ini.
Ini.Ini.Ini.Ini.Ini.Ini.
Ini.Ini.Ini.Ini.Ini.Ini.
Ini.Ini.Ini.Ini.Ini.Ini.
Ini Kok?
Oki juara satu, gempa palu.
Gempa palu.
Udah palu selesai, Oki mau bersinar.
Bersinar nih?Corona masuk.Corona lama lagi.Lama.Lama sekali itu.Bahkan mau masuk mall, saya mau cari perhatian karena saya baru jadi artis ini.
Lamanya saya itu di kampung, kasihan.Baru dapat cahaya dari Indosiar.Iya.Mau pergi mall cari perhatian.Harus ada peduli lindungi baru bisa masuk.Harus ada peduli lindungi.
Susahnya di masa itu Bang.Susah sekali, hancur saya.Capek deh?Capek -capek, ah dipalus aja.Akhirnya cuma dipalus aja.
Jadi itu nih yang bikin kau menghilang ya?Gara -gara momentum -nya ya?
Bukan menghilang karena saya sebenarnya tidak berbakat, Pak Denny.
Sebenarnya kau itu percaya diri.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeSebenarnya ada, cuman minder dia langsung tiba -tiba jadi minder sendiri, karena ya Allah.kenapa ini?Mungkin begini sudah ujiannya, Tom.Makanya, Alhamdulillah.Mungkin Allah bilang, sabar kau.Butuh waktu 8 tahun memang jalannya orang.
Dan saya dipertemukan dengan Pak Denny, dan akan dikasih program, kan Pak Denny?Tidak, tidak.
Kenapa tiba -tiba dikasih program?Kan sudah lama ini baru muncul.Bisa nggak tau?Iya, kan dites dulu.Karena ini penontonnya beda market, lho.Eh!
Ini penontonnya disini banyaknya ibu -ibu.Ibu -ibu?Ibu -ibu sayang saya.Penonton Indosiar itu.Terus, biasanya disini kan saya bantu -bantu kasusnya orang.
Kasusnya orang punya masalah.Saya bisa gale, bantu gale.Misalnya ada segmen.Sudah tatak, dia sedih.
Sedih.
Ada segmen, saya ambilkan dia tisu.Saya bantu gale -gale tipis juga permasalahannya.Kok bisa itu?
Iya.
Misalnya dia masih tutup rahasianya.Dia punya pribadi.Belum dibongkar apa yang dilakukan suaminya.Saya yang bagian pompa -pompa.Bilang saja, Bu.Kita tidak bocor.
Butuh segmen.Kalau Pak Denny mau.Atau mau di dinding itulah, saya punya segmen sendiri.Oh iya.Banyak yang luas ini, Pak Denny.Saya sudah keker -keker, makanya saya datang cepat.
Iya.Saya juga sudah mau lihat ya, mana jadi studio queen ini.Tapi memang...
Sama -sama Sulawesi.Ya coba ceritanya ini kan ada narasumber.Suaminya selingkuh.Terus ada foto telanjangnya sama itu perempuan.
Iya.
Coba kok ceritanya, tanya -tanya dia begitu.
Ibu, kenapa Ibu?Awalnya kenapa?Ibu dapat dimana?Di Whatsapp atau dimana?
Eh, saya waktu itu dapat dari Instagram.Jadi pas saya lihat itu, wih ada video boketnya itu perempuan sama suamiku.
Itu sudah sampai baku tusuk atau cuma foto -foto?
Eh, anu sudah ditusuk -tusuk.
"The accuracy (including various accents, including strong accents) and unlimited transcripts is what makes my heart sing."
— Donni, Queensland, Australia
Want to transcribe your own content?
Get started freeOh, kalau begitu Ibu, menurutku itu sudah masuk dalam perzinahan.Kalau saya, Ibu, tidak bisa dilanjutkan karena itu sudah akan mengganggu rumah tangganya Ibu.Walaupun Ibu paksa kembali demi keluarga dan anak segala macam, ini tidak akan sehat dalam rumah tangganya Ibu.Saya sarankan ibu pisah saja.Pisah secara baik -baik yang penting untuk anak.Yang untuk video foto tadi itu bisa tidak ibu kirimkan saya tadi ya?
Tidak kan penting juga?
Saya lihat persisnya.Kalau Pak Denny mau segmen itu, bisa sih.
Bisa, kok gali begitu ya?Saya gali dia.Jadi pokoknya, kok bisa kembangkan?Saya bisa kembangkan, Pak Denny.Oh, berarti ini anak sebenarnya berbakat.Potensi.
Potensinya ada.
Bisa dipaksa, Kakak, kasihan.Lama saya hilang ini, anakku 2 tahun.Kalau mandi bola 270 di 200 kaki.
Oh, ada yang namuk.Ada yang namuk.
Iya, makanya saya ini sudah tidak malu tabrak -tabrak ini.Pokoknya maju saja dulu.Maju saja.Eh, setengah sembilan saya sudah di jalan tadi ke sini.
Oh iya, ini apa, saya suka attitudenya.Jam 10 loh, dia udah ngondor -mandir.
Jam 10, saya sudah ngondor -mandir itu karena memang mau cari lokasi juga di sini tuh.
Mau apa?
Mau bikin saya punya program didin.
Eh, tapi yang begini -begini kadang -kadang suka kejadian loh.Iya.Kejadian.
Saya sudah tawarkan dia ini podcast ke -20 ke ini.
Oh, ini yang ke -20?
Iya, saya lihat juga yang saya minta program.
Pak Wendy.Saya lihat -lihat Ibu Ayu.Ibu Ayu.Dia dikobusin atau bagaimana?Sudah ada dia undang, eh apa, sudah ada callingan belum dari dia?
Nah, itu salahnya sendiri kalau tidak mau algoritma banyak.Kalau mau dia kan tayangan paling tingginya yang episode dengan Pak Prabowo.Mau tidak mau dilewat itu, undang saya.Karena sudah lama stuck disitu.Salahnya jangan dipaksa orang kalau tidak mau undang.Tapi yang rugi dia.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeSaya bilang ini bukan sombong.Bukan sombong ya?Salah sendiri.
Maksudku toh.Dia tidak melihat cahayamu.
Iya, kayaknya.Iya.Kayaknya tak tutup otot.
Minta maaf, ini kalau marah dia tidak kalau dibilang begitu ya?Tidak.Dia kalau marah, orangnya dia tidak main fisik dia.
Saya kalau dia sudah fisik, saya kepadanya, karena saya lebes pride.Sama -sama Sulawesi, toh.Iya.Tapi jangan kubawa -bawa saya.Kenapa kubawa -bawa saya?
Apa ini?Dia lanjut ke lapangan Bang Fiko, anaknya.Oh tadi lewat.Bukan malu.Oh kok tadi waktu kau putar -putar?
Kau cari kan?Anak?Apa?Aduh, dibilang manajer, dibilang sombong, nanti.Tapi ya bahasanya manajer di Palu, toh.Dia, walaupun saya di Jakarta, masih saya bayar WMR Palu.
Karena dia masih di Palu, tidak ikut kesini, toh.Namanya Adi Rahmat.Saya hubungi, saya bilang, Adi, saya sudah disini.Bilang, saya sudah di lapangan bola.Nah, tiba -tiba anakku buat video call.
Mau bicara.
Jadi saya...Nah ini sudah bisa masuk sedihnya disini.Jadi anakku telepon, video call, saya bicara -bicara, rindu baru ini kan baru satu bulan.Ini paling lambat saya tidak ketemu anakku, sedih saya ya Allah.Rindu saya dengan anakku ya Allah, bagaimana sudah supaya saya bisa ketemu dia.Tapi dalam hatiku, ya Allah jangan juga terlalu diamini cepat ketemu.
Karena saya tahu sudah 8 tahun ketemu.Susah juga.Lebih baik saya jarang ketemu, tapi diundang Pak Dinsu dan membuka banyak -banyak endorse.
Kenapa kau sedih, Anu?Ada bebanmu meninggalkan anak -anakmu di sana?Digale saya.Karena anak pertama.Oh anak pertama.Berapa anakmu?
Anakku baru satu ini.Oh baru satu ini?
Iya, namanya Alana Notesa.
Perempuan.
Iya, perempuan.Dan dia itu yang kalau dengan saya dekat sekali, Pak Denso.Makanya pas saya kemari, saya pikir, ya Allah, rindu saya dengan anakku.Cuma, saya mau anakku sekolah di swasta.Kalau saya cuma dipalu, biaya di sana, dia punya endorse, walaupun saya dipalu juga yang masih
kalau biaya endorse -ku di Palu di sana.
Tapi kan setinggi -tingginya di Palu, ternyata lebih tinggi di sini.Dan saya harus menabung untuk anakku.Kayak saya kemarin di sini baru 3 hari, tapi brand sudah kasih motor.Karena mereka lihat kunjungan profilku 42 juta yang kunjungi profilku.Jadi brand -brand itu salah sendiri kalau tidak sadar.Ya saya dikasih motor, ya saya kaget.
"I'd definitely pay more for this as your audio transcription is miles ahead of the rest."
— Dave, Leeds, United Kingdom
Want to transcribe your own content?
Get started freeJadi saya bilang, Dan, berata -berata, saya dikasih ini.Apa yang saya mau kasih mereka?Saya bikinkan konten banyak -banyak.Dia bilang, tidak perlu begitu.Mereka itu di sini tidak sistem begitu.Karena di Palu saya terbiasa dengan biayanya yang agak, wah di sini empat kali lipat dari di Palu.
Masih empat kali lipat.Jadi saya pikir, oh daripada saya rindu dengan anakku, tapi anakku dia tidak lancar bahasa Inggris nanti, saya mau juga anakku sekolah di swasta padensuh, akhirnya saya memutuskan di sini saja dulu.Cuman persiapanku kurang karena saya pikir saya cuman jadi openernya Bang Arik Riting.Karena saya diundang ke Pejakarta pertama ini cuman jadi opener untuk tampil sebelum buka acaranya.Bang Arik Riting.Eh ternyata saya pecah sekali.
Setelah 8 tahun tidak stand up, kok orang standing applause ya?
Mungkin karena bakat itu.Tunggu dulu, sedihnya dimana tadi nih?Sedihnya dimana?
Sedihnya ditinggalkan anak, ternyata saya mau dalami kesedih lebih kesombong.
Ternyata tidak bisa ya.
Tidak semua.Saya mau menangis ini.Saya sudah reacik saya di perjalanan tadi.Bagaimana caranya saya menangis di sini.
Iya.Kalau di sini itu memang harus menangis.Saya sudah paksa hatiku ini.Tapi itu sudah berkaca -kaca tadi.Berkaca -kaca saya.
Kalau anak saya tidak bisa, Pak Dinsuh.Kalau urusan anak.Kalau istri?Kalau istri juga.Tapi lebih anak.Kalau istri lain dia punya.
Oh beda dia?
Lain rindunya dia.Oh lain.Lebih ke itu.
Kalau anak ini kan kita tidak punya apa -apa, toh.Kita memang...
-beda rindu.
Kalau rindu yang ke perempuan, dia lebih dengan gestur gerakan juga, toh.Kalau dengan anak cukup pelukan.Kalau dengan itu kan banyak gerak ketembahan.
Apalagi yang sebelum lama, Pak Densu.Apalagi suatu bulan ini, Pak Densu.
Salah.Tapi ya, apapun ini semua saya lakukan untuk anak juga.Iya lah, pasti buat keluarga.
Cuma, tunggu dulu.Saya lagi coba menggali ini.Cerita kok ke Jakarta ini jadi opener.Openernya Bang Ari.Awalnya gara -gara itu.
Awalnya gara -gara itu.Eh, ternyata lucu sekali.Iqbal Ramadan sampai berdiri -berdiri.Bagaimana bisa lucu?Saya heran.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeCoba, saya kan tidak nonton.
Banyak yang tidak nonton.Banyak yang tidak nonton, tapi Mahfud MD nonton.Oh, Pak Mahfud nonton.Pak Mahfud MD nonton, Pak Mahfud MD kagum.
Riza kagum.Coba, Bek.Waktu itu berapa lama kok waktu itu, ano?Bikin materi?Opener?Opener.
Opener ku itu sebenarnya materinya cuma 8 menit, tapi tawahnya 7 menit.
Berarti full.Kasih dulu di sini kok, dong.Tidak bisa.
Belum boleh bocor yang itu.Karena masih mau jadi motor ini lagi Bang Ariel.
Oh, jadi disimpan dulu?
Kalau bocor karena ini tayangannya 800 ribu dalam 1 hari, nanti orang sudah tidak mau ketawa.
Oh, tidak datang.
Iya, karena saya masih mau keliling ini.Makassar.Jadi openernya Bang Ari lagi, karena tournya saya masih diajak, karena wow, pecah sekali saya.
Pintar, bro.Pintar sekali, bro.Kasih yang lain mau, Pak Ade.Yang mana?Yang sudah pernah kau bawa di Suca, atau yang mungkin di Tongkrongan.
Tapi siap sih daripada ini ketawa sekali ini.Saya takutnya terbahak -bahak gini.Perkenalkan, nama saya Oki.
Eh, siap.
Saya juara satu stand -up komedi Indosiar.Orang Palu pertama yang juara di kompetisi TV.Siap.Waktu saya pertama juara banyak sekali orang yang Whatsapp minta oleh -oleh.Oke minta oleh -oleh, minta oleh -oleh.Tapi saya heran, di saat semua teman -teman, saudara -saudara minta oleh -oleh, Bapakku tidak minta apa -apa.
Saya penasaran saat telpon Bapakku, Bapak.Di saat semua teman -teman minta oleh -oleh, kenapa Bapak tidak minta apa -apa?Apa dia bilang?Bapak lihat kau di TV saja, nak.Bapak sudah bangga.Menetes air mataku pada musuh.
Tapi di ujung pembicaraan itu dia batuk.Saya tanya, kenapa Bapak batuk?Iya, nak.Mungkin karena sering bawa motor tengah malam.Siapa tahu ada rejeki biar cuman Apanza bekas.Itu air mataku masuk ulang.
Tapi namanya saya anak yang berbakti kepada orang tua, sepulang saya dari Jakarta, saya belikan.Saya belikan jaket, supaya tidak masuk angin.
Oh ya Allah, kasihan.Belum!Belum!
"99% accuracy and it switches languages, even though you choose one before you transcribe. Upload → Transcribe → Download and repeat!"
— Ruben, Netherlands
Want to transcribe your own content?
Get started freeBelum!Tapi itu kalau di, anu, pecah sekali itu.Kalau di nonton orang rane.
Kalau begini -begini agak susah.Kalau saya setuju.Jadi memang kalau suasana itu ngebantu.Iya.Tapi tadi saya mulai geli -gelinya dapat.Ada sedikit.
Masya Allah, itu saja.Karena susah kasih ketawa ini orang.
Tambah ikut dong.
Ya?Tambah ikut dong.
Sudah, saya pusing, saya tidak persiapkan.
Tidak apa -apa, yang natural saja.Tidak lucu, nanti kita edit, kan?
Iya.Yang mana lagi?Yang terserah kau.Pokoknya suka -suka amu saja.
Saya ceritainnya juri teman nongkrong ini.Bodi apa?Sparing apa?Bodi apa ya?Bodi double.Iya.
Kombut.Kombut.Kombut.Kombut.Gua kombut.Gua kombut.
Saya kan orang kampung di pariwisana.Jadi kita orang itu dari kecil itu sering mandi di sungai.Karena sering mandi di sungai sama -sama dengan teman -teman.Jadi kita itu sudah terbiasa saling lihat anunya kita ini kalau mandi.Dan sudah biasa santai dan jadi akrab.Bahkan saking akrabnya kita punya nama untuk anunya kita ini.
Temanku dikasih nama Spiderman.Kecil dia tapi lincah kemana -mana.Ada temanku dikasih nama Batman.Hitam dia gelap.tapi berkasa.Nah kalau saya, saya kasih nama Hul.
Hul?Hul.Awalnya kecil, tapi kalau emosi, woy.
Boleh sedikit?
Dewasa ini?Itu sudah masuk.Meningkat.
Meningkat?Meningkat?Sudah, naik lagi nih.Eh, satu lagi.Sudah habis itu.Karena itu sepahintang itu.
Paham ini nih, Pak Denzo?Tunggu dulu, yang bikin kok juara waktu di Sucai itu, Yang materi yang mana?
Yang bikin saya itu saya sudah lupa semua materinya, Pak Densu.Karena saya tidak tipikal kayak komik -komik yang lain.Kalau komika yang lain itu kan mereka menulis.Nah saya itu tidak tahu menulis.Tapi mentorku Gilbas memaklumi itu.Dia tidak paksakan saya terlalu terjun dengan metode itu.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeDia cuma metode nyaman mau apa.Nah kita orang ini kan orang Kepala orang Fari Gisan itu yang metode nongkrong.Jadi cerita -cerita di deket.Kalau Pak Dudu ada cap tikus, yang begitu -begitu.Eh, nama Sonya, Pak.Cerita -cerita, yang begitu -begitu, Tok.
Akhirnya saya pakai metode rekam.Di rekam dulu.Bicara -bicara saja sampai full memory, baru didengar ulang.Oh, ini dapat lucunya.Saya catat poinnya, saya catat poinnya.Begitu, agak susah saya.
Saya kembangkan sendiri.Tapi itu PR yang agak susah.Hanya bakat -bakat saja yang bisa itu.
Apa stand up?Itu tidak lucu.Orang tidak ketawa itu.
Eh itu yang bikin saya berhenti stand up.
Oh itu yang berhenti.
Jadi dulu ada namanya itu stand up hutan.Sebelum namanya stand up jambore.Itu yang dibuat sama Bang Aji, stand up Indo Presiden Hutan.Yang tahunan kan?Yang tahunan.Terus -terus?
Nah disitu itu saya baru selesai kompetisi tiga bulan, juara.Saya pang, pang, pang.Baku polo dengan Maesoima, tau.Jadi yang kayak, sudahlah.Oke, adalah industri dalam hatiku.Star syndrome saya.
Dan menurutku waktu itu, untung sudah habis disitu star syndrome.Kusarahsakan itu karena, minta maaf, bukan bela diri saya.orang yang tidak dapat cahaya selama ini.Begitu saya ke Jakarta, saya cuma orang jauh dari Palu lagi bahkan.Yang tiba -tiba dapat, ui, ui, DE masuk, ting -ting, ting -ting, kayak begitu -begitu, saya kaget.Tiba -tiba pujian, pujian, pujian, tampil di stenap hutan, Setelah Marcel dengan Bintang Emon.
Kenapa?Dan saya headliner di situ.Mereka ini, Marcel, buang!Pecah.Bintang Emon, pang, pang, pang!Naik saya, ngiii!
Kedengeran suara angin, syuuu!Hancur.Karena mental sudah ekspetasiku yang kayak saya harus melebih yang ini.Jadi saya tak makan dikalahkan diriku sendiri.Oh lu kemakan pikiran lu sendiri.
Iya.Itu terakhir saya stand up itu sudah.Oh itu down itu?
Iya.Sampai sekarang ini, tiba -tiba mau stand up lagi ini.
Oh jadi gara -gara 8 tahun itu.Iya.
Nah kalau misalnya ini kan mau lawan Ali Akbar tanggal 13 Juni.Kayak itu lagi saya baru stand up 2 kali setelah Bang Arie dan Ali Akbar baku lawan ini.Nah saya minta tolong, saya sudah tahu alamat disini.Ketika saya gagal lagi, saya tidak mau pulang.Saya mau klarifikasi disini ya.Disitu saya menangis sedih.
Bantu saya, Pak Dini.
Iya, iya saya bantu, Pak Dini.
Saya tidak mau pulang.
"Cockatoo has made my life as a documentary video producer much easier because I no longer have to transcribe interviews by hand."
— Peter, Los Angeles, United States
Want to transcribe your own content?
Get started freeTapi kalau bisa kok an, kok tusuk sedikit Ali Akbarnya.Jadi ada kasusnya begitu.Penjara itu?
Sudah pidana itu?Sudah pidana.Jangan.Sudah pidana.
Enggak, maksudnya, biar ada sedikit anunya kasus pidana aja begitu.Supaya rame?Iya, iya.Apakah jambak saja begitu?
Oh iya, kalau jambak masih bisa.Masih bisa, masih aman.Dua minggu saja itu diserah.
Kalau sudah tusuk -tusuk, jangan.
Nampun.
Aduh.Eh, pernah nggak?Tapi, lu dihina nih.Dihina.Bisa -bisa gara -gara... materi yang lo bawain atau mungkin performa lo yang tidak kena di audiens gitu, dihina kok dong?
Kalau dihina secara langsung itu jarang.Oh, langsung jarang.Tapi kalau lewat Instagram, tinggal saya mute.Karena saya tahu itu kalau misalnya habis tampil banyak masuk DM tidak mungkin pujian.Nah saya sadar penampilanku tadi hancur dan yang paling sering gagal itu kan di corporate.Oh di corporate paling berat ya?
Iya karena susah pasti.
Oh iya gue pernah dengar di corporate itu berat bebannya besar loh.
Saya pernah itu di corporate sampai ditawarkan makan biar makanan saya suka itu tidak bisa masuk kan.Misalnya yang tidak enak.Tidak ada anginnya?Iya.
Rasa pengen makan?Beban, beban sekali.Ada ceritamu yang pas korporate itu?
Ada.
Coba cerita.
Sampai amplopnya saya tidak ambil, tapi temanku ambil.Temanku yang saya suruh ambilkan.Tetap aku bagi, tetap aku bagi.Iya, iya.Tetap aku bagi di ujung.Cuma saya mau ketemu langsung, saya malu.
Tidak enak iya?Tidak enak perasaanku.
Bagaimana kejadiannya?
Sampai 15 menit saya tampil, itu yang ke...Ketawa tidak ada, karena ternyata harus yang dihantam ini bosnya ini.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeOh, ada bosnya di situ?
Iya, yang punya acara ini yang harusnya kita fokuskan.Supaya anggotanya, biar selucu apapun kalau bosnya cuma, ini orang kaya kejah kadang.Saya pernah bang ya, waktu masih di sini.Baru selesai juara.Saya sama Kang Didi, juara 2 orang Bandung.Didi?
Kang Didi.Ada Kuli.Oh, Kang Didi.Yang persona Kuli.Oh, oke.Dia, juara 2 lalu dia.
Saya kan yang juara1. Iya, iya.Dia juara2. Kita orang itu ada job.Di Senayan.Turnamen golf internasional.
Jadi kita orang stand up di lapangan golf itu, itu sudah tidak masa di Atau.Luasnya lapangan golf.Dibikin sedikit tenda party -party untuk juara -juara itu.Tapi ada mix -nya.Ada mix.Itu sudah yang kayak party sudah habis golf yang untuk pemberian juara.
Bos -bos ini.Ada Keddy -Keddy.Nah itu saya tidak bilang, tapi kalau Pak Denso bilang, iya ada dua.Di pangku dua orang.Dalam hatiku sini saya pangku satu kalau capek.Pala -pala piring.
mu, capek pala -pala kiri mu sini, saya pangkukan.Kalau dia mau waktu itu, cuma dia tidak mau.Tapi Pak Densu yang bocor kan.Intinya ada, yang begitu -begitu.Yang di pangku.Seksi tidak?
Udah setengah -setengah satu waktu itu, momennya.Lampu -lampu yang banyak -banyak itu sudah.
Kesadaran sudah agak berubah itu.
Jadi saya bah, hibur dorang di setengah -setengah maboh ini.Jadi saya disuruh, ya sudah tampil -tampil.Perkenalkan nama saya, Oki.Saya anak kos.Anak kos itu begini, begini, begini, begini.Tidak ada yang ketahu.
Begitu turun, dikasih 5 juta sama itu, bos.Ternyata dia kasihan badeng armateri stand -up.Sedih dia.Karena dia pikir sama cerita, sedih.Padahal itu memang stand -up dari keresahan.Tapi kan ada punchline -nya saya kasih.
Dia tidak fokus di punchline, cuma di premise.Jadi di luar gajiku, Dia tambah lagi, masing -masing dengan kawan -kawan.Oh karena dia kasihan.Kasihan dalam hatiku.Eh biarlah, tidak lucu.Yang penting dikasihannya lima juta.
Lumayan lima juta.Sumpah, dia kasih saya.Dia bilang, dia suruh supirnya tuh, itu kasih yang sana.Ini baru di sini, kiri kanannya.
Iya.
Disuap dia, dikasih makan -makan begitu.Saya bilang, kaya ini orang.
Apalagi namanya.
Memang kalau stand up kayak begini kan tingkat kesulitannya banyak ya?Banyak.
Nah kalau kaya kau begitu.Kau itu bidangnya di roasting, ada roasting?
"Your service and product truly is the best and best value I have found after hours of searching."
— Adrian, Johannesburg, South Africa
Want to transcribe your own content?
Get started freeNah itu kurang.Nah saya ini kalau stand up, Pak Densu, kalau dihitung dari 8 tahun yang hilang ini, tidak sampai 1 jam materiku kalau digabung, karena sudah lama saya tidak stand up lagi.
Oh, mesti dipanasin lagi.
Dan itu pun kalau dibilang materi Indonesia, tidak sampai 15 menit.Makanya Pak Densu bilang, coba -coba, tidak bisa.Harus saya mulai dari 0 lagi sekarang, mulai belajar dari 0 lagi.
Terus, kalau misalnya apa yang ada di kepalamu sekarang selama 8 tahun, itu kan pasti banyak, perasaanmu, kan?
Perasaan itu saya mau mulai -mulai tulis -tulis lagi.kemarin dia janjikan 10 juta saya kalau kau menang saya kasih 10 juta senang hatiku nanti di motor baru saya ingat bukannya dia yang saya kalah kemarin ya Kenapa jadi begini nasibnya?
Karena begitu.
Tapi alhamdulillah rezekinya orang.Saya lebih keresahan itu yang paling ada sekarang.Kalau keresahan itu.Nah, kalo misalnya keresahan mau jadi -jadi artis segala macem, tidak karena padahal semua bantu saya, kan?Tidak, tidak.Oh, jadi ini juga ya?
Main todong saja sekarang.Apalagi teman -teman, selebes.Dari banggai sampai ke toli -toli, komen.
Jadi ceritanya memang angkatanmu yang saat itu...Ebel.Angkatanku ebel.Semuanya...Sudah ya, maksudnya..
Beda -beda..Beda -beda tahun..Sedikit..
Kan kok lihat..
Ih..Sudah jadi orang.
.Semuanya.
.Iya..Ari Brata itu angkatanku juga..
Iya..
Sama -sama..Alhamdulillah..Bintang Emon angkatanku itu..
Iya..Ada Kiki juga..Saya ke Bintang Emon..
Mau masuk ke rumahnya..Ditahan KTPku sekarang..Dalam hatiku..
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeSaya ke kos dengan kau dulu.
.Saya lihat kosmu..Kita mau ke Monceng Pario..Saya ingat itu.
.
Sekarang kau tahan KTPku sekuriti..Temanku..Ternyata prosedur..
Ya..Ini sedih.
.
Ini sedih..8 tahun.8 tahun hilang.8 tahun kan mereka terus berproses.Saya tidak iri, karena memang saya lihat juga perjuangannya mereka, Kiki bagaimana, saya ingat itu.
Saya lihat semua bagaimana mereka.Nah saya orang yang sudah nyaman.Nyaman, ternyata juga saya tidak sesali kalau fakta aslinya, karena saya itu orang yang cepat bersyukur.
Iya.
Tiba -tiba saya punya beli rumah di Pak Alu, walaupun tipe 3A, 6 ampa langka WC.
Tapi saya syukuri.
Saya di Usia sudah punya rumah di sana.
Iya.
Paling nggak kan meningkat.Meningkat.Iya.Sama satu bisa masuk satu mobil Starlet tahun 1984 dengan 2 biji motor.Kalau punya motor 3, tahan dulu.Apa itu nanti mau masuk di ruang tamu kalau dipaksa.
Nah, tapi saya syukuri.Begitu saya ke Jakarta, oke.Kau punya syukur terlalu cepat.Kau punya temen -temen ini otonya 4, Aisyah bilang hmm dewasa semua sudah temen -temenku.Dan saya tidak bisa iri karena Mereka fightnya juga, mentalnya mereka.Mereka ngebom, tidak masalah.
Mereka tidak lucu, tidak masalah.Mereka belajar lagi.Kalau saya, mentalku hancur.
Kok berarti mentalmu yang bermasalah ya?
Mental sama asam lambungku.Naik, gampang naik.Gampang naik, muntah -muntah.Saya tadi di sini, pemanasan nanti di sini.
"The accuracy (including various accents, including strong accents) and unlimited transcripts is what makes my heart sing."
— Donni, Queensland, Australia
Want to transcribe your own content?
Get started freeSekot jam, saya sebelum podcast.Podcast ringan -ringan.Iya, iya.Apalagi namanya.Sudah Mi, kau menemukan..
cara mengatasi kepunyaan mental.
Bukan cuma dengan Pak Densu, saya begini.Karena saya lihat Pak Densu dia punya lepel -lepel juga sama.
Sama apa?Ujung -ujungnya sudah.Tidak kok dong.Saya memang biasa -biasa.
Ada artis saya lihat ketika ketemu dia di Kobuser, dia kalau saya lihat di podcast jadi kecil.Kalau Pak Densu, dro.Oh, dro.Ada artis yang ketika kelihatan rapi amat, saya lihat jadi kayak orang biasa.Tapi Pak Densu, dro.Kenapa bisa begitu?
Ketika saya datang di sini, saya bilang, Cahaya besar ini.Tapi saya suka kok punya pede.Ini dari dulu waktu 8 tahun lalu sudah begini videonya.
Tidak.Ini sebenarnya cuma di kamera saja.Saya masih menangis ini.Kalau pulang dari sini menangis lagi.Saya telpon berata -berata abai mana untuk materi tanggal 13 ini.Kasian.
Begitu -begitu.Oh berarti kok...ada ini apa reverse ego jadi biar kok berasa lebih nyaman jadi kok bangkitkan persona anda sombongnya karena kalau tidak nanti kalau saya tidak kasih bangun persona sombong itu drop sekali saya tamakan dengan itu dan saya tidak mau lagi masuk ke dalam jadi saya di posisi begini tidak sedang Satu kali saya kadang rindu sekasih hancur sekali.Oke, ingat.Kau masih punya style lho, jangan terlalu sombong.Anggap itu cuma gimmick.
Walaupun brand banyak masuk.Extra Joe, segala macam.Kemudian sudah ditawar -tawar banyak -banyak ini.Sabar, oke.Jangan dulu terlalu terlena.Ini takutnya cuma momen sesaat.
Tak, naik lagi.Ketemu Pak Densu lagi.Potensi sombongnya ada lagi di cahaya besar.
Begitu saya.
Oh, jadi saya tidak bisa sedang?
Iya, iya.
Tak, saya pukul rendah sekali.Iya.Atau naik sekali.Naik sekali.Ya nggak bisa kok di tengah.
Iya.
Di uji saya ketemu orang -orang besar.Aula uji saya bukan lagi dengan... ...dengan itu.Tapi aula uji dengan, kau akan saya pertemukan orang -orang besar deh.Kira -kira kau mampu tidak sombong kayak begitu.Kalau kau sombong lagi, saya pulangkan lagi deh kau di belakang untatan universitas Tadula Kopalu.Karena rumahku di sana.
Apa ada dagingnya sedikit tadi?Berisi.Saya ekip, toh.Iya.Ke guruan.Iya.
Cuma saya tidak lanjut.Waktu kakain saya disuruh balucu -lucu sama murid.Eh, tidak mau saya.Dipandangin tem murid saya.Iya, tidak bagus nih.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeHei, Pak Oki.
Coba lucu dulu, Pak Lucu.Lucu aja.Lucu aja.
Itu lucu buat gue.Lagi jadi guru.Guru kan gue masuk.Muridnya gue lagi.Hei, Pak Oki.Lucu dong, Pak Lucu.
Tidak masuk.Lagi jadi guru aja.Disuruh.Udah bisa.Dari semua komika di Indonesia, siapa yang paling lu takuti kalau kira -kira ke satu panggung begitu?Arief itu lucu sekali.
Lucu sekali Arief Brata.
Tapi kadang -kadang, maaf Dik, bukan saya mau menjelekkan.Ini menurut keyakinan saya.
Iya.
Kalau sudah ada kamera, hilang stay gak?
Tidak.Hah?Tidak.Karena padensunya yang terlalu besar.Kita orang ini tuh komik, masih ada begitunya.Masa?
Arief Brata itu di momen -momen lucunya itu dia diperas teguh.Saya bela, saya punya teman juga.Iya, iya.Dia yang bawa saya kemana.
Tapi, Pak Densu -nya minta maaf ini.Masa terlalu?Bagaimana Pak Densu -nya terlalu besarkah?
Pak Densu, orang ini juga selain itu minta maaf.Pak Densu ini kan atlet.Tak usah bicara kita orang.Ditambah dengan yang masuk di rumah.
Apa kok mau -mu mau -ku?
Apa kok mau nyanyi?Eh, saya bilang, aduh.
Oh, ininya.
Ada juga sugesti itunya.Oh, ada sugesti itu.Biar bagaimana?Apalagi kita baku tau selebes ini.Iya, iya.
Cuma kan maksudnya kalau saya emang sebenarnya aslinya itu anak tongkrongan juga.Cuma memang kadang -kadang ada personaku yang saya kayak memang keluarkan khusus untuk beberapa orang -orang yang perlu sedikit kita bimbing.Iya, betul, betul.Begitu.
Kalau tongkrongan dan baik hati terasa di menit ke -18 tadi.Jadi saya sudah mulai lancar.
"I'd definitely pay more for this as your audio transcription is miles ahead of the rest."
— Dave, Leeds, United Kingdom
Want to transcribe your own content?
Get started freeMulai enak di?Tanya.Ini penonton 800 ribu satu hari ini.Pasti sadar.Pasti sadar doang.Kita tuh konten ya.
Itu 800 ribu tuh susah loh.Di mana?Susah sekali.Iya, termasuk susah.Sekarang ini banyak penonton sudah jarang nonton podcast.
Jadi podcast bola kemarin, Apip Sapi bilang begitu.Dia kirim penggalan, fotonya, tayangannya Ali Akbar.
Asik!
Asik banget!Dapat berapa dia?Saya tidak tahu kalau sampai dalam situnya.
Di atas 150 ribu penonton.
Iya, tapi trending masukannya di topik.
Dari yang penonton terakhirnya cuma 2 ribu begitu.
Apalagi disini.
Apalagi disini.
Pak Wendi sudah menuju itu ke 400 ribu hari ini.Karena sudah 260 ribu ini.Oh, kok sudah di dia itu?Pak Wendi.DM Pak Andi, Kak.Iya.
Iya, iya.Tapi mungkin lebih cocok disana.
Karena kalau kuliah kan memang tergantung kok punya lawan ini bermain.Kita Sulawesi.Iya, tapi kan belum tentu cocok dilihat di kamera.
Bisa kita sepaksakan ini.
Coba bik, komen lo kesana.Lama -lama gue sedih nggak mau ngobrolan ini.Gue ini mungkin kalau yang ngapoknya serius ya.Jadi sisi -sisi bercanda gue jadi berkurang, ya.Perlu juga ini ya.Perlu sekali.
Aku harusnya bikin gaji program.Sebenarnya, begini.
Saya ikuti semua orang terlena, termasuk dalam podcastnya Pak Densu.Orang -orang yang mungkin punya permasalahan yang sama diwakilkan dengan salah satu narasumber yang hadir di sini.Akhirnya mereka fokus nonton, nonton, nonton, nonton, nonton.Tapi kan kalau acara seminar itu, ada dia punya selingan untuk ice -breaking.Iya, ice -breaking.
Betul, betul.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeYa, masuk -masuk 10 menit saya bisa.Oh, jadi kok masuk di tengah?Mulai durasi 7 menit sampai 10 menit paling lama.Jangan terlalu lama, nanti orang hilang rindunya.
Jadi nanti kalau ada cerita ini lagi sedih, kok masumi...
Iya, dan tidak bisa ini kalau tidak dicoba minimal 3 episode.Karena ini akan jadi...
Apa kita kasih saja, Anu, satu program sendiri?Buat kamu, terserah kamu bikin apa di situ.Itu lebih bagus.Iya, jadi saya siapkan set -set terserah kamu.Judulnya podcast kuburan.Terserah kamu.
Jadi kok bikin di situ?Kan belum tentu horor.Podcast kuburan kan belum tentu horor, gitu.Jadi, di situ kan terserah kok mau bikin bagaimana, konsepnya bagaimana.Saya ada satu channel lagi.Di mana channel itu sudah ada subscribernya 1 ,7 jutaan.
Eh, 3 juta itu dalam 1 bulan itu.Tata apa kalau begitu?
Tapi kita akan lihat dulu perkembanganmu.Iya, raba -raba dulu saya.Iya, kalau saya mah siasa kalau memang punya.Kenapa ya?
Bukan saya mau kasih jatuh tim ini.Kayaknya dorang undang saya ini, dorang tidak pantau -pantau juga.Tadi di teras, sudah dipawendi, sudah diperas teguh, gue dalam hatiku tidak dinonton saya ini sama dorang ini.Maksudnya, cuma saya kayaknya bintang tamu yang tidak terlalu diobservasi.Tapi ya sudah lah, tidak apa -apa.Bukan sekasih bagus, tapi dorang baik.
Ada 5 jenis minuman dikasih ke luar tadi sama 7 roti.
Baik disini.Soalnya kan beda kalau mereka observasi kasus -kasus yang memang serius di sosial, kan?
Kalau yang begini -begini.Saya bingung apa yang mau diangkat dari sini.
Saya juga bingung dari tadi kita ini mau ngobrol apa.
Penting tayangan karena minta maaf kalau Pak Densu mau lihat DM Instagramku sekarang.
Kau gimana asupan podcastnya?Saya tidak bisa makan kalau tidak nonton podcastnya.
berapa orang yang suka DM -DM begitu?permintaan?Banyak, lumayan banyak.
Oh banyak yang menunggu kau hadir.
Menunggu, kayaknya ya.
Tapi orang yang paling orang rindu itu kalau kau lihat, hadir kau di mana?
"99% accuracy and it switches languages, even though you choose one before you transcribe. Upload → Transcribe → Download and repeat!"
— Ruben, Netherlands
Want to transcribe your own content?
Get started freeYang mereka rindukan itu justru ini.
Pertemuanmu sama Soima, kayaknya itu salah satu highlight juga.Terima kasih, Pak Denzo.Reset.
Reset gua.Jadi, Soima itu satu -satunya juri kompetisiku yang dia kasih nomor pribadinya untuk saya.Eh, kenapa bisa?Karena waktu korona saya pulang itu, saya sempat coba bertahan di Jakarta.Tapi susah kan Jakarta ini waktu itu.Sampai urusan sepatuku dibelikan.
Sampai urusan bajuku dibelikan dulu.Sampai yang kayak kalau kebetulan satu acara dikasih uang.
Kenapa dia sampai begitu?
Bahaya sekali.Karena mungkin kasian.Kasian.
Kasian.
Dan saya tuh posisi waktu itu waktu kompetisi.Sampai waktu itu saya karena sudah malu.Tidak enak tuh.Maksudnya enak.Tapi kalau terlalu sering juga tidak enak.Iya.
Lantaran tidak enak, lama tidak enak.Saya lihat dia live.Sudah sebuang tidak enakku.
Saya masuk.
Halo, Mae.Cuma begitu.Tidak sebanyak bicaramu.Langsung saja ke Studio 4 di Don Mogod sini.Datang dikasih lagi.Uang lagi.
Sampai dia bilang, kalau kau di Palu, WA saya.Apapun kebutuhanmu, WA saya.Tapi saya tidak pernah WA.Karena saya tidak mau.Saya harus hidup.
Iya.Tidak sopan juga.
Tidak sopan.Karena jauh juga di Palu.Tapi kalau di sini...Apalagi pada Inso sudah buka.Iya.Teman -teman, ini yang dipotong di IGE kolaborator ya.
Iya, iya.
Yang saya tandai sama Inso ini.Iya, iya.Bukan mbak Suri ini minta tolong.Minta tolong.
Semakin besar nanti katanya nama lo, kan pasti juga nanti ini kan...Akan besar lagi tekanan.Kalau kan kemarin dulu itu kau dikasih kesempatan sama Tuhan, tapi kesempatan itu kau tidak ambil lah ibaratnya begitu, kan?
Tidak ketemu jalannya.Saya ambil, tapi tidak ketemu.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeIya, ibaratnya tidak dapat lah jalannya.Tidak dapat.Nah, anggap ini kau datang lagi.Membawa cahaya besar, ya.Terus, pastikan kau berhadapan dengan tekanan.Tekanan banyak.
Belum kalau kena skandal.Kasus.Ikan macam -macam.Saya kan memang sudah banyak melewati banyak fase.Dan nanti akan ada lagi pasti tekanan -tekanan, kan?Nah, kau pasti akan sama.
Nanti kau comeback lagi, bawa cahaya ini.Tekanan bagaimana?Kalau mental kayak dulu kan susah.Nah, sudah ada solusinya.
Sudah, saya sudah belajar dari video -video Pak Densu.Pak Densu dari zaman belum podcast, masih di HCTP juga sudah klarifikasi.Saya nonton.Pak Densu teriak gitu sampai keluar dari matanya Pak Densu.Saya berani!Itu saya nonton.
Makanya saya takut dengan Pak Densu ini.Takut saya lebih cara.Yang begitu -begitunya.
Tapi saya sudah belajar dari Pak Densu.Kayaknya bisa lah.Itu demi Darko itu.Bukan, Pak Densu.Saya lihat.
Masa?Masih begini rambutnya.Masih memudah -mudah sekali.Pake kemeja nya hitam Pak Densu disitu.
Iya orang kan berubah mukanya.Iya.Waktu itu apalagi apa dibicara itu orang?
Masih muda -mudanya Pak Densu itu.
Tapi ada pukul mejanya juga sedikit.
Ada kiri dua orang, kanan dua orang.
Di meja itu.Domi Tuhan!Bukan?Bukan.
Narya Wiguna itu.Saya ingat, saya kan penonton TV.Nih gua kena roasting sih seudah ini.
Kira -kira kalau kau roasting saya sedikit, roasting.
Belum, nanti episode kedua kalau saya datang lagi.Oh nanti kau siapkan materi ini?
Tapi ada tidak orang yang memang di hatimu itu kan kau Mau sehari -hari liat, ih mau kurosting ini orang?Oh tidak.Oh kok tidak ada begitu?
Belum ada, saya tidak begitu.Karena kan kalau orang roasting dia harus datang dari hati.Iya.Kalau saya ya belum.Tidak ada kedengkian dengan orang.
Oh jadi susah roasting.Susah.
"Cockatoo has made my life as a documentary video producer much easier because I no longer have to transcribe interviews by hand."
— Peter, Los Angeles, United States
Want to transcribe your own content?
Get started freeApalagi orang baik.Kayak Pak Densun juga tidak mungkin kalau bukan orang baik mau undang -undang.Disaat temannya Pak Densun sama artis -artis.Ya Allah.Eh, masih dilihat, Shay.Kasian dengan stylo merah -merah.
Sebenarnya agak terpaksa juga undang kita.Iya, iya.Jadi waktu itu ke warga ada yang DM saya, eh apa, WA saya.Saya lihat, Bang, undang nih, Bang.Lagi pecah, katanya.Terus gua lihat, siapa ini orang?
Yang gua kenal di situ, si... apa lagi namanya?Itu si Luman Kelawar.Yono Bakri.Itu gua kenal.Terus ada si siapa?Nope.
Nope Jawa.Nope pernah kesini.Iya.Terus ada sebelah kiri, Ari Papiansa.Satu lagi.
Topeng.
Mas Topeng.Itu gue belum kenal.Terus lo di tengah.Saya di tengah.Terus, siapa ini orang?Terus lo ngomong macem -macem.
Terus bawa -bawa nama Deddy sama nama gue.Terus partnya gue, saya punya cerita sedih nih buat Bang Densu.Intinya begitu.
Dia tanya.Kau punya cerita sedih?Saya bilang punya, tapi saya simpan untuk Pak Densu.Saya tidak mau di channel begini.Saya pilih -pilih channel juga.Nah, ternyata sampai di sini tidak sedih -sedih.
Tapi, satu pertanyaan penutupku.Sudah mau satu jam kau ini nunggu wawancara.
Eh, nanti potong dua.Masih enak ini.
Potong dua, anjir.Masih mau, saya pada yang suka.Aduh dulu, konyol dulu.Siapa orang yang kau anggap punya jasa dalam hidupmu ini?Kembalinya kesini?
Ya, dari keseluruhan lah.
Selain orang tua ya?
Ari Brata, Ari Kriting.
Oh itu keseluruhnya ya?
Iya.Karena jadi openernya Ari Kriting sama Ari Brata itu orang yang dari dulu, dari yang sadar potensi itu Ari Kriting sama Ari Brata, Mahmat Al -Katiri.
Oh, mereka itu punya kepercayaan terhadap kamu.
Iya, jadi kalau...Dan mereka punya metode beda -beda.Kalau Ari Brata itu, selama 8 tahun saya dipalu, tiap bulan pasti ada dia telpon saya.Oke, ke Jakarta.Oh.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeRugi.
Oke, ayo kesini.Oke, kesini, kesini.Tapi saya tidak pernah mau.Takut saya di sini.Nah, kalau Bang Ari Kriting itu dengan cara, setiap saya ketemu dengan dia di Sulawesi...
Dikasih pekerjaan.
Bukan.Eh iya, dikajak main film komal.
Iya.
Dia caranya begitu.Iya, keluar main 94 di film.Saya kan juga ada film beberapa kali.Iya, iya.Kau aktor juga lah.Halo, siapa tau Sotradara.
Iya, siapa tau ada yang nonton ya.
Iya, Pak Joko Anwar ya.Saya bagus.
Saya bagus itu.
Iya, kalau butuh -butuh hantu.Bisa, bisa.Kan komedi.
Jangan terlalu di make up full, supaya orang tau ini saya.
Itu requestnya.Requestnya cuma jangan terlalu full, biar orang masih kenali.
Lanjut, lanjut.Saya dengan Ari Kriting.
Tapi kalau metodenya Ari Kriting itu dengan cara yang kayak kasih -kasih filosofi kalau ketemu di mana.Oh, nasihat.
Kau punya...Kau ini ibarat senjata.Kau punya peluru banyak, tapi kau pakai tembak buruk.Sedangkan di Jakarta banyak burung besar.Dalam hatiku, tapi saya suka ikan sih.Jadi saya tidak mau, masih tetap tabanta di kepalaku.
Jadi saya tidak datang -datang lagi.Bang Abdur, kau ini ibarat ikan yang berenang di kolam kecil.Daripada saya di Jakarta jadi ikan kecil, Wih, ini kan homak.
Oh, cara berpikirmu.Iya, salah itu waktu itu.
Nah, sampai dorang capek bikin strategi diajak saya jadi opener, padahal saya sudah lama tidak stand up.Awalnya saya tolak, saya tolak.Ada sama podcast Bang Ari jelaskan, Oki tolak, Koki tolak.Karena takut saya sudah stand up.Cuma saya itu yang kayak...Ini abang saya terlalu baik, tidak mungkin saya mau tolak lagi.
"Your service and product truly is the best and best value I have found after hours of searching."
— Adrian, Johannesburg, South Africa
Want to transcribe your own content?
Get started freeSudah kelewatan sekali saya.Ya sudahlah, dengan segala macam resiko, selucu tidak lucunya kan saya tetap balik kepalu juga.Eh, ternyata lucu.Tertahan sampai disini dari tanggal 1 Mei.Akhirnya.Akhirnya, alhamdulillah sampai sekarang disini belum pulang.
Nah, makanya di beberapa podcast itu celanaku ampah, bisa pakai saya cuci.Karena memang persiapanku cuma empat.Empat hari.Oh, jadi kok bawa celana cuman empat?Cuman empat.Nah, disini brand celana rugi tidak masuk.
Salahnya sendiri.Masuknya enak ya?Iya, makanya salahmu sendiri.
Iya, iya.Kemarin saya injat taik kucing.Iya.Saya cuma bawa satu sepatu.Diundang di podcast -nya Pak Wedi.Dia disitu, premnya itu harus pakai sepatu.
Di dalam saya cuma pakai sendal.Karena injat taik kucing.Tuh.Saya tidak sengaja itu.Eh, brand sepatu sadar.Ketika itu naik, berarti ini pintar ini, Bren.
Masu.Dia tahu di mana cahaya.Oke.Nah, kalau Celana sudah saya singgung di podcast besar ini, kamu tidak masuk.Saya tidak bisa menyalahkan Pak Densu.Salahnya, Bren.
Iya, iya, iya.Kenapa kamu tidak sadar?Karena kan..
itu kan tidak bisa terulang dua kali.
Iya, iya, iya.Satu lagi.Tidak bisa.Jangan dulu.
Kalau kita mau cari yang lebih besar, kita kan pasti perlu energi.Berarti kan perlu makan.Makan sama minuman berenergi, kasih pull semua meja.
Taruh semua disini, mau tidak?
Pasti kita butuh daging yang enak, roti yang enak.Coba masuk dulu ke dalam itu, kan?
Iya, maksudnya kalau kamu mau, taruh saja disini dulu juga.Apa yang jangan ditaruh?Taruh disini misalnya KFC, McD juga bagus.Taruh disini sampo clear.Taruh disini.
Oh, yang ini.Ini bodoh.Dari saatnya.Ulang, ulang.Masalahnya orang konser itu.
Burger Bangor.Ini ada Burger Bangor.Burger -nya itu enak sekali.
Apalagi sekarang ada Bangor Fest.Jadi dia itu sekarang sudah punya festival.
Ada musik.
Stand up belum ada ya?
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeStand up belum ada.Lu mau gak isi?Bisa, bisa diadakan.Yang penting burger ini harus ada.Saya itu biar cuma dikasih burger ini untuk saya punya stamina tampil sudah fit, saya.Ini adalah salah satu brand yang...
Pandai melihat cahaya.Cakep ya.Burger Bangor ini adalah burger yang paling terbaik karena dia tahu lihat peluang.Oh, ditaruh di meja ini.Bagus.
Iya, iya.
Saya suka itu.Dari dia punya desain juga bagus.Ijo kan bagus, warna ijo.
Iya.Apa artinya itu?
Ijo itu kan warna kesukaan Rasulullah.Kalau kita mau bawa di situ ya.Betul itu.
Itu memang saya pernah dengar.
Boleh, boleh.Kalau tidak salah, ini yang pernah saya dengar begitu.Jangan juga, karena takut juga saya.
Takut salah, iya.
Nggak, nggak takut.saya pernah dengar itu.Karena menurut perendanganku, nah dia pilih warna itu berarti ini orang, dia sudah masuk kayaknya sunahnya juga disini.Karena apa yang disukai itu Rasulullah, ya mudah -mudahan insya Allah itu bisa menjadi sunah.Burger yang sehat, burger yang bagus.Ya terbaik, saya suka sekali burger.
Saya tidak bisa sarapan bubur, mau ku langsung burger.
Buat lo yang suka nonton konser, nanti jangan lupa ya Dateng ke Bangor Fest 2014 Festival Burger Bangor pertama dan terbesar di Indonesia tanggal 8 9 Agustus di Stadion Madia BGBK Itu kita udah adakan dari tahun ke tahun dan pasti bakal banyak acara seru Di Bangor Fest dan penampilan 12 musisi ternama di Indonesia Ada Mahalini, Yusi Lusi, Perunggu, For Revenge, Reality Club, NDX, AKA Terus Iya.Bisa jadi ada.
Hah?Bisa jadi ada.
Enggak, bukan.
Viera Tale.Oh, saya baca itu?
Viera Tale.
Viera Tale, ya.Oh, harus saya baca?Oh, belum.Bukan.
Maksudnya, Viera Tale.
"The accuracy (including various accents, including strong accents) and unlimited transcripts is what makes my heart sing."
— Donni, Queensland, Australia
Want to transcribe your own content?
Get started freeKau mau isi tidak?
Eh, siapa tau dia undang kok?
Iya, biar datang -datang kan untuk bahas story -story acaranya juga lagi...Eh, ini gak kok isi?Bisa juga isi, karena saya punya tayangan kan 100 ribu yang beliat saya punya followers di Instastory.
Iya, yang datang kan...Minta maaf, Pak Denzo, tadi saya kira itu acara konser ternyata.
Ini memang konser ini?Iya, maksudnya saya kira promo event -event ulang tahun kabupaten.
kenapa saya sebut semua ini sudah 4 tahun sudah 4 tahun dan dari tahun ke tahun dia makin pecah dan tahun keempat ini pasti lebih besar lagi jadi kalau ibaratnya ini panggung yang disiapkan untuk siapapun yang punya karya disana jadi kalau cahayamu sudah sesuai harusnya kau hadir disini berapa rate cardnya kita kasih jangan dibilang disini bisnis -bisnis aja iya nanti
Makasih banyak pada insubayainya.Iya, siapa tau.
Itu tidak tau jalan Tuhan.
MasyaAllah bayainya ya Allah.
Iya.Selama kita mau membantu orang lain, maka Allah itu akan selalu membantu kita.Makanya kita hidup itu jangan selalu merasa diri kita itu tinggi.Kenapa?Karena langit saja tidak pernah memberi tahu seberapa tingginya dia.
Kalau tinggi bohong -bohong, merasa tinggi bohong -bohong.Kayak sombong pura -pura.
Boleh lah ya?Itu udah bapak, Ji.Itu kan hanya untuk hiburan.Tapi jangan sampai jadi perilaku.Karena kalau jadi perilaku, itu kan berarti sudah mendarah daging.Itu nasihannya dari kita orang -orang di Sulawesi, kan?
Yang selalu kita jaga.Jadi saya doakan kita selalu bercahaya.Amin.Selalu mendapatkan kemudahan.Amin.Dibukakan jalan rejeki dan semoga 8 tahun penantianmu bisa berbuah manis.
Iya, makasih.
Dan kau bisa menyenangkan hati anakmu.
Makasih.Dan juga istrimu, Pak.Makasih.Jembatan terbaik.Jembatan terbaik, Pak Densu.Jembatan terbaik.
Lucu banget.Jembatan terbaik.
Kalau kau jadi besar, saya bangga sekali.Jadi dari sini, podcast mana kira -kira menjadi tujuanmu?
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeBang Radit lagi atur jadwal.Lucu banget.Bang Radit ya?Lagi atur jadwal.Podcast Mas kemarin agak tabrakan sama syuting film.Oh, iya.
Karena satu scene sama NG Storia kemarin.Iya, iya.Saya prioritaskan yang sudah deal duluan karena etiket kan.Etiket, iya.Akhirnya saya bilang, Pak Surya sabar dulu.Nanti, akhirnya ini belum ada info lagi.
Masih belum ada info.Jadinya di -cancel ya?Mudah -mudahan tidak.Mudah -mudahan tidak.Mudah -mudahan tidak.Ya sudah kalau begitu.
Berbaik memang tapi.
Ada kombo anu, tinggalkan pesan buat orang -orang yang kau sayangi supaya mendukung kau punya perjuangan ini cerita.
Teman -teman yang tidak bosan menonton podcast, jangan bosan -bosan.Insya Allah ini kayak di podcast ini kan press lagi.Di setiap 20 podcast selalu fresh, kecuali kalau ada yang sama, karena hostnya tanyakan yang sama.
Iya.
Tapi kalau ini kan mengalir dengan enak, ya sudah.Dan juga untuk teman -teman yang di Palu, jangan lupa beli tiket stand -up komedi komunitasku.Boleh itu, Pak?Boleh.Haha Hihives.Kapan itu?
Di Palu.
Tanggal 18 Juli.18 Juli.Berarti sebentar lagi, nih?Iya.Ini acara komunitas stand -up Indonesia.Berarti co -opener.
Saya belum tentu main, tapi namanya saya sayang komunitasku.Saya tidak, nah ini orang akan jadi poin lagi, luar biasa.Dia tidak lupa daratan, dia ingat komunitasnya.Ayo kita kasih brand dia, orang bae ini.
Tapi memang stand up itu, gue sukanya adalah mereka tuh komunitas saling jaga.Jadi selama lu punya attitude yang bagus, ya itu pasti penting, mereka akan selalu saling menjaga.Apabila ada yang akhirnya Terlihat kurang, mereka akan support untuk maju.Karena dari situ mereka berawal dan mereka tidak lupa dengan komunitasnya.Tapi ada nggak stand up yang lupa sama komunitasnya?
saya tau lagi jawabannya Pak Denny kalau sudah tau ya saya kan baru muncul satu bulan ini saya belum berani yang begitu -begitu tadi Pak Denny sudah angkat saya empat kali jangan di ujung begini dikasih bakalai nantilah habis kamera Joy kalau isu -isu komunitas tuh pasti Pak Denny tau isunya tapi saya tidak tau lah tidak ada, tidak ada komunitasnya tidak ada ya?
tidak ada ya?tidak ada ya?banyak semua oh berarti info yang saya dapat itu salah ya?
Oh, sorry saya tidak tahu.Saya sudah lama.
tidak ada tuh iya iya, oh kok tidak tau karena sudah lama tidak itu ya?kalau menurutku bahaya semua oh iya iya iya iya tidak ada yang sombong ya, lupa sama komunitas ya?tidak ada, karena karena belum saya ketemu semua, tidak ada Pak Deddy tidak ada kalau saya sebut namanya, kau bisa kasih kode saja ya?
iya coba Belum!
Belum!Kan 800 ribu.Kok mau 2 juta penonton tidak?Satu hari?Iya.
"I'd definitely pay more for this as your audio transcription is miles ahead of the rest."
— Dave, Leeds, United Kingdom
Want to transcribe your own content?
Get started freeBoleh lah.Boleh.
Saya jangan, Pak.Satu saja, namanya 2 juta langsung.
Jangan, Pak Den.Jangan, Dik.
Jangan, Dik.Tidak baik.Tidak baik.Iya.Iya.Walaupun ada betul orangnya, Dik.
Tepuk tangan, oke!
Get ultra fast and accurate AI transcription with Cockatoo
Get started free →
