DOKTER UMUM MASUK FORENSIK, KEDATANGAN JENAZAH TERBELAH DUA! FAJAR ADITYA SAMPE GAK KUAT #OMMAMAT
Aku melihat sosok perempuan yang tadi kita otopsi tadi pagi, Bang.
Penyebab kematian dari jenazah tersebut adalah badannya terbagi dua, terpotong.Jadi semua organ dalam di bagian perutnya keluar, Bang.Usus, hati, kemudian lambung, semuanya keluar.
Terbelahnya itu bener -bener kebelah semua?
Kebelah semua.
Jenazahnya?
Jenazahnya, atas dan bawah.Ketika aku periksa, tiba -tiba tanganku dicangkram sama ibunya.Kuat banget, dia sambil ketawa -ketawa, Bang.Aku lihat wajah ibunya, Bang.Tiba -tiba wajahnya berubah, Bang.Jadi pucat, jadi kayak wajah kuntilanak gitu, Bang.
Pas udah jadi praktek itu sehari berapa pasien ya, dok?
Bisa sampai 100 -200 orang.
Satu hari?
Satu hari.
Wah, luar biasa ya.
Banyak banget.
Di balik ruang tenang praktek seorang dokter, ternyata ada kisah -kisah yang tidak pernah tercatat di rekaman.medis.Nah kemarin itu banyak juga yang bilang ke gue, Bang Fajar tolong dong undang dokter forensik lagi.Bang Fajar tolong undang dokter forensik lagi.Lah gue mikir -mikir perasaan kemarin -kemarin udah deh.Ternyata walau profesinya sama guys, ceritanya nggak sama.
Nah hari ini gue kedatangan seorang dokter yang pernah bertugas di bagian forensik.Langsung kita sapa.Halo dokter Ayu.
Halo bang.
Makasih udah dateng ke Kerjala ya dokter.
Iya bang, sama -sama.Terima kasih juga.
Jadi waktu itu ditugaskan di dok, di bagian forensik?
"99% accuracy and it switches languages, even though you choose one before you transcribe. Upload β Transcribe β Download and repeat!"
β Ruben, Netherlands
Want to transcribe your own content?
Get started freeIya, ditugaskan di bagian forensik di Semarang tepatnya bang.
Oke.Apa yang paling tidak bisa dilupakan oleh dokter Ayu saat ditugaskan di bagian forensik?
Yang nggak bisa paling dirupakan ketika setelah otopsi bang.karena setelah otopsi aku sepertinya diikutin oleh sosok yang sebelumnya kita otopsi.
Kayak gimana tuh?
Waktu otopsi korban kecelakaan lalu lintas karena tertabrak reta api bang, malam harinya aku melihat temanku yang satu kos, sebut saja namanya Ziza, dia sepertinya kerasukan.Setelah dia sadar, dan aku melihat sosok tersebut datang.Sosok itu datang dengan perawakan yang sama, tidak terlalu tinggi badannya ya bang ya, tingginya, rambutnya pendek, dan dia datang dengan kondisi badannya tidak utuh.Jadi hanya sepotong, bagian atasnya saja.
Maaf, memang generalize -nya pada saat itu seperti itu juga.
Betul.Terpotong dari badan atas ke badan bawah.Jadi semua organnya keluar bang.
Nah, ini berbicara di luar horror gitu ya dok?Saya penasaran deh.Kalau sekarang itu untuk menjadi dokter, step -stepnya tuh kayak gimana sih dok?
Jadi untuk jadi dokter tuh bang, kita untuk jadi dokter umum itu kita kuliah 7 tahun bang.Jadi 4 tahun pembelajaran di kampus,kita selesaikan skripsi dulu, setelah itu selesai wisuda, wisuda S1 kedokteran, lanjut magang.Magang di puskesmas dan di rumah sakit selama 2 tahun, yang disebut dengan dokter umum atau koas.Selesai, akhirnya kita ujian nasional dulu, setelah itu kita ada program dokter internship.Setelah dokter internship selesai, baru dapat surat izin praktek.
Oh jadi panjang banget ya gitu.Iya.Total berapa tahun tuh bisa sampe praktek?Tujuh.
Tujuh tahun, Bang.
Tujuh tahun ya?
Tujuh tahun.
Ya inilah guys ya, bahwa sebuah profesi itu memang harus melewati proses -proses gitu ya.Buat kalian yang mau instan, pengen, wah kayaknya bisa sukses instan.Akhirnya ambillah tujuh dolar ya.Akhirnya sukses enggak walau bangkrut, iya gitu.Iya, iya.Pas udah jadi praktek itu sehari berapa pas ya, Nek Dok?
Praktek...Aku kan kebetulan di puskesmas ya, Bang?Iya.bisa sampai 100 -200 orang satu hari.
Wah luar biasa ya.
Banyak banget.
Satu hari 100 -200 orang pasien ya.Ya ini mungkin bisa dibilang juga sebagai pengabdian gitu ya.Pada masyarakat gitu.Oke, beritahan dulu ceritanya dokter ya.Seperti apa kisah pada kali ini?Nah buat kalian yang punya cerita pengen kirim bisa langsung kirim kesini.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeSiapa tau bisa diunang podcast RJL.Dan buat kalian para klipper RJL kemarin muncul di home gue beberapa.Langsung aja gue Repost tuh klip -klip kalian dan nanti di akhir bulan Mei Top 5 pemenang views terbanyak akan mendapatkan hadiah masing -masing 500 ribu rupiah Langsung aja kita mulai Omamat Season 6 Musuh terbesar adalah dirimu sendiriYa seperti biasa guys, di Arjang dan Resumer kita suruh tambah -tambahin ceritanya.Ya Kayu boleh ceritain awal mulai kisah itu kayak gimana sih Kak?
Jadi Bang pada tahun 2016, setelah selesai pembelajaran skripsi itu Bang, kami melaksanakan koas.Koas itu kan praktek lapangan ya Bang.Praktek lapangan selama 2 tahun di rumah sakit dan di puskesmas.Pada tahun 2015, sebelumnya kami koas di Cirebon dulu Bang.Nah, baru tahun 2016 kami koas di beberapa stasi.Ada stasi forensik, kulit, dan jiwa.
Jadi karena kami ini dokter umum, akhirnya kami harus menjalani semua praktik di semua stasi kesehatan.Ada stasi anak, jiwa, forensik, dan lain -lain.Nah, di tahun 2016 itu kami bertujuh karena satu kelompoknya itu tujuh orang banget.Kami ditentukan kelompoknya oleh pihak kampus.Bertujuh itu tiga orang laki -laki dan empat orang perempuan.Kami berangkat dari Cirebon ke kota Semarang.
Pada saat kami tiba di Semarang, alhamdulillahnya kita sudah dapat kosan, Bang.Karena sebelumnya kita udah nanya -nanya dulu ke kakak kelas.Dan akhirnya kami di sana itu mendapatkan satu kosan, tepatnya di belakang rumah sakit di kota Semarang.Dan kosannya itu dua lantai.Untuk lantai atas ditempati oleh tiga teman kami yang laki -laki.Untuk lantai bawah ditempati oleh kami.
Tapi kami tidak ngokos di sana, Bang.Tapi di rumah ibunya, karena kosannya penuh.Akhirnya ibunya menawarkan, gimana kalau di rumah ibunya aja.Kebetulan, ada satu kamar kosong anaknya yang nggak dipakai.Dan untuk satu temanku yang perempuan yang lain, tidak ngokos di situ.Yang ngokos di situ cuma aku, Ziza, dan Retna.
Di hari pertama, kami kan berangkat siang ya, Bang, dari Cirebon.Datang sekitar malam, keesokan harinya kami datang ke rumah sakit.Jadi, kami forensik ini, kami praktik di salah satu rumah sakit ternama di kota Semarang.Kami datang dari kosan ke rumah sakit tersebut, Bang, karena rumah sakit itu adalah rumah sakit pendidikan.Jadi rumah sakit khusus untuk koas atau dokter muda.Jadi di luar rumah sakit tersebut ada beberapa kelas.
Pertama kali datang, kami masuk jam 8 pagi, ternyata di sana sudah ada koas lain, Bang.Dari Fakultas Kedokteran di Jakarta.Untuk keseluruhannya kami sekitar 14 orang.Jadi 7 orang dari Cirebon, 7 orang dari Jakarta.Dan ketika di forensik ini, Bang, kita membahas dan melakukan praktek untuk visum, baik visum hidup ataupun mati, kemudian otopsi.Ketika tidak ada kasus, Bang, baik itu visum hidup ataupun otopsi, kami belajar di kelas bersama dokter spesialis forensik di sana.
Di hari pertama, karena kami belum ada jadwal piket, kebetulan, Bang, di stasiun forensik ini, kami nantinya akan ada piket siang dan malam.Dan di hari pertama, aku belum dapet shift.Kemudian, di hari ketiga, bang, aku mulai shift malam atau picket malam.Aku berangkat dari kosan sekitar jam 9 kurang, karena jam 9 malam harus sudah standby di IGD.Jadi saat itu kami prakteknya atau tugas picketnya di IGD rumah sakit tersebut.IGD -nya itu, seperti biasa, ada pintu masuk, bang.
Di depan pintu masuknya ada nurse station.Kemudian di samping pintu masuk ada lima bed pemariksanaan.dan di samping nurse station ada dua ruangan.Satu ruangan khusus koas, satu ruangan untuk ruangan tindakan.Jadi ruangan tindakan ini adalah ruangan untuk pemeriksaan dalam, jika ada kasus yang tidak bisa diperiksa di luar.Nah, antara dua ruangan tersebut, Bang, ada sekat, Bang.
Jadi ruangan itu tidak disekat oleh dinding, tapi disekat oleh kaca besar.Jadi antara ruang koas dan ruang tindakan bisa kelihatan.Pada saat itu, sekitar jam 11 malam, karena memang tidak ada pasien di IGD, bahkan tidak ada satupun pasien yang datang, akhirnya aku berinisiatif untuk tidur, Bang.Karena tidak ada pasien.Saat itu, saat shift malam tersebut, Bang, kami tugas 5 orang, Bang.Aku bersama Ziza, teman satu kosan aku itu, dan 3 teman yang lainnya dari Fakultas Kedokteran yang dari Jakarta.
Untuk 5 orang ini, aku, Zizah, dan 2 orang perempuan dari Jakarta tersebut, dan 1 orang laki -laki, Bang.Aku anggap saja namanya Samuel.Karena Samuel ini laki -laki, jadi dia tidurnya di ruang tindakan.Sedangkan kami berempat di ruangan koas.Nah, pada saat itu, pertama kali aku datang ke IGD, Bang, karena aku sensitif, aku mulai ngerasa nggak enak.Nah, ketika jam setengah 12 malam, suasana rumah sakitnya sepi, karena memang tidak ada pasien yang datang, dan keempat temanku ternyata sudah tidur, Bang.
Nah, saat itu aku karena ngerasa cemas dan ngerasa takut, belum tidur.Nah, pada saat itu aku sedang duduk di kursi panjang, depan pintu masuk, sedangkan Zizah dan dua temanku lainnya yang perempuan sudah tidur, dan Samuel juga sudah tidur di ruang tindakan.Pada saat aku sedang main bola,itu bang, tiba -tiba jam setengah 12 malam, aku didatangi tiga sosok.Sosok ini sosok perempuan, satu sosok berada di depan pintu masuk.Sosoknya ini perempuan, cukup tinggi, pakai jubah berwarna putih, rambutnya panjang, dan mukanya sebelah kanan hancur, bang.
Selain itu, matanya juga keluar satu.Bajunya penuh dengan darah semua.Itu sosok yang pertama.Sosok yang kedua berada di samping kanan aku, Bang.Sosoknya juga tinggi, perempuan, pucat pasi tapi tidak berdarah -darah.Dan satu sosok lagi, Bang.
Sosoknya itu beda dari dua ini.Sosoknya agak pendek, gemuk, rambutnya panjang dan ikal berantakan.Dia mondar -mandir.Mondar -mandir dari ruang tindakan ke ruangan koas.Terus, satu saat dia berada di samping Samuel, Bang.Ketika Samuel sedang tidur, Samuel kan tidurnya di bed tindakan.
Jadi kan kelihatan tuh bang, dari arah ruang koas ya, karena disekatnya sama kaca.Aku ngeliat sosok itu mendatangi Samuel, mendekatkan wajahnya ke Samuel.Samuel lagi tidur nih bang.Jadi posisi wajahnya tuh direketin, dia begini -begini sambil ketawa -ketawa.Jadi kayaknya sosok itu jahil, iseng gitu bang.Nah, setelah itu aku udah mulai ngerasa nggak enak.
Udah nggak bener nih Bang kayaknya ya, atau mungkin apakah aku halusinasi atau gimana mungkin karena capek ya Bang ya.Setelah itu akhirnya aku memutuskan untuk tidur.Dan itu kejadiannya sekitar satu menit, cukup lama Bang.
Jadi kayak abis dari main HP tiba -tiba udah ada gitu?
Udah ada tiba -tiba aja.Dua orang, eh dua sosok berdiri di depan tanpa berbentuk.sedikit, sedangkan satu sosoknya jail, bolak -balik mau darmandir.Satu menit, tiba -tiba hilang semuanya barengan.Keesokan harinya, kami pulang piket jam 7 pagi.Jam setengah 8 paginya kita sudah mulai masuk ke rumah sakit, karena jam 8 sudah mulai pembelajaran.
"Cockatoo has made my life as a documentary video producer much easier because I no longer have to transcribe interviews by hand."
β Peter, Los Angeles, United States
Want to transcribe your own content?
Get started freeKetika belum datang dosen atau dokter spesialis forensiknya datang, akhirnya aku coba cerita ke teman -temanku yang satu kampus.Aku cerita tentang kejadian semalam.Aku cerita bersama Ziza juga.Nah, pada saat aku cerita, ternyata teman kampus yang lain yang dari Jakarta itu ikut mimur, Bang.Penasaran, katanya.Dan saat itu juga Samuel juga ada.
Pas aku cerita Samuel Lijahilin, satu sosok gemuk itu yang tiba -tiba mendekatkan wajahnya ke wajah Samuel, saat itu Samuel juga cerita, Bang.Ternyata, malam hari waktu dia tidur, dia mimpi hal yang sama.Ketika aku melihat sosoknya, Sedangkan Samuel mimpi wajahnya didekatkan oleh wajah sosok yang gemuk itu.
Sosoknya disebutin juga sama Samuel?
Disebutin sama Samuel.Sosoknya sama.Ciri -cirinya juga sama.
Yang disebutin Samuel gimana?
Yang disebutin Samuel juga sosoknya nggak terlalu tinggi, gemuk, rambutnya panjang, acak -acakan, dan dia juga sama.Begini -begini ke Samuel, tapi Samuelnya mimpi.
Oh jadi mimpi lagi di ruangan gitu ya?
Mimpi lagi di ruangan, lagi tidur.Samuel mimpi, aku ngeliat sendiri.Nah, setelah beberapa hari kemudian, di hari kelima, Bang, ternyata Kita kan satu kelompok tuh sering cerita tuh Bang.Ada satu teman kelompokku yang bilang, katanya semalam ada teman koas dari luar negeri.lain makan daging bebek.Sedangkan di rumah sakit tersebut ada pantangan, Bang.
Pantangannya itu, mitosnya, semua koas selama stasiun forensik tidak boleh makan daging bebek karena nantinya akan mengundang otopsi.Setelah itu, setelah aku dengar cerita dari temanku itu, jam 2 siangnya ada otopsi, Bang.Kami dapat informasi dari dokter spesialis forensiknya.Nanti kalian siap -siap ya, jam 2 siang akan ada otopsi di daerah Magelang.
Jadi ada mitos juga ya?
Ada mitos juga.
Menarik juga ya?
Betul.Dan mitos itu hanya di rumah sakit tersebut.Nah, jam 2 siang akhirnya kita berangkat ke Magelang.Sebanyak 14 koas.Setelah sampai di Magelang, sekitar sore jam 4an Bang, ternyata ada koas dari rumah sakit lain.Jadi kita koas bareng -bareng, sekitar 20 orang lebih Bang.
Kita masuk ke ruangan otopsi, di sana sudah ada jenazah.Jenazahnya itu seorang laki -laki, usia sekitar 20 tahun.Dia meninggal karena ditusuk di perut kanan atas, di hati.Akhirnya dia meninggal sekitar jam 1 pagi, ketika sedang acara festival band.Katanya terjadi kerusuhan.Nah, saat itu kami didampingi oleh satu dokter forensik dan satu dokter pembimbing lainnya.
Untuk tugas koas di forensik gini Bang, ada berbagai macam tugas.Tugasnya yang pertama, ada yang mendokumentasikan.Jadi, semua pakaian yang dikenakan korban, apabila ada topi, aksesoris, ataupun perhiasan, semuanya didokumentasikan di foto.Ada tugas yang mengambil organ dari tubuh korban, ada tugas yang menimbang organnya, dan ada tugas sebagai penulis hasil otopsi.Dan saat itu, aku bertugas untuk menulis hasil otopsi.hasil otopsi.
Hasil otopsi saat itu berjalan lancar, Bang.Tidak ada kejadian misis apapun yang aku alami ya, Bang.Dan selesai otopsi itu sekitar jam 6 sore.Cukup lama, sekitar 2 jam.Nah, karena kita kelaparan, Bang.Belum sempat makan siang.
Akhirnya, kami datang ke salah satu minimarket.Kami datang bertujuh.Saat itu aku sedang milih -milih snack, cemilan ringan.Sedangkan temanku Zizah lagi milih sabun.Sedangkan kan kalau di minimarket tuh antara snack dan sabun agak jauhan ya, Bang.Posisi aku berada di snack tuh di sebelah kanan minimarket, sedangkan Zizah berada di sebelah kiri minimarket.
Ketika aku sedang milih -milih snack, tiba -tiba suara musik yang di minimarket tersebut hilang dan berubah menjadi suara tangisan seorang laki -laki.Laki -lakinya menjerit -jerit kesakitan, minta tolong.Saat itu aku nge -freeze, Bang.Aku sampai dengerin ulang, ini sebenarnya tuh musik apa suara tangisan laki -laki minta tolong.Saat itu cukup lama, satu menit juga, Bang.Satu meniten kejadian seperti itu, akhirnya aku mulai sadar, oh ini kayaknya udah gak bener nih.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeKayaknya ini memang laki -laki yang minta tolong.Akhirnya aku lari, Bang.Lari ke kasir.Dan saat itu juga ternyata Ziza juga lari.Kita ketemu di kasir, di depan.Kita saling tetap -tetapan, jadi tanpa ngomong apapun karena Zizah tuh sahabat aku bang, kita tuh jadi kayak udah ngerti.
Udah lah nanti ceritanya nanti aja di luar katanya.Akhirnya kita bayar ke kasir, kita keluar, dan Zizah cerita, yuk kamu tadi ngerasain apa, kata dia.Aku bilang, aku ngedenger suara laki -laki minta tolong kesakitan.dan teriak -teriak.Dan ternyata Ziza juga merasakan hal yang sama.Setelah itu kita pulang ke kosan sekitar jam 9 malam, Bang.
Itu suaranya masih inget gak dok?Ya gimana dok?
Suaranya bener -bener suara laki -laki.Kayak, aaa gitu bang.Mengerang kesakitan.Sambil minta tolong, tolong, tolong gitu.Bener -bener jelas banget.Jadi satu ruangan minimarket tuh penuh dengan suara orang tersebut.
Padahal di situ nggak ada yang lagi kesakitan.
Itu berarti meninggalnya setelah ditukar, langsung meninggal atau gimana?
Langsung meninggal di tempat kejadian katanya, Bang.Di hati, tepatnya.
Berarti memang ini orang udah tau gitu kali ya?
Sepertinya orang tersebut udah tau organ mana yang bisa menyebabkan kematian gitu, Bang.
Kalau amatir kan ngasal biasanya gitu ya?
Betul.Ngasal biasanya.Kalau ini udah langsung tepat.
Atau dipelajarin dulu kali ya?
Mungkin bisa jadi.Di minggu kedua, Bang, Kami sedang berada di kelas, saat itu sekitar pukul jam 10 pagi.Tiba -tiba kami mendapatkan informasi dari dosen di sana bahwa kami akan melakukan otopsi pada seorang perempuan yang mengalami kecelakaan lalu lintas karena tertabrak kereta api.Nah, pada saat itu posisi perempuannya sudah berada di ruang otopsi, kami ber -14, masuk ke ruangan, seperti biasa, sebelum melakukan otopsi kita berdoa, pakai sarung tangan, pakai masker, dan pakai jas laboratorium atau jas koas, dan di sana juga kami melakukan otopsi sesuai dengan tugasnya masing -masing.Saat itu tugasku juga masih nulis -nulis, Bang.Nah, pada saat itu penyebab kematian dari jenazah tersebut adalah badannya terbagi dua, terpotong.
Jadi semua organ dalam di bagian perutnya keluar, Bang.Usus, hati, kemudian lambung, semuanya keluar.Nah, pada saat kejadian, posisi perempuan ini masih pakai helm, Bang.Helemnya masih kenceng.Kan biasanya kalau korban kecelakaan lalu lintas, kebanyakan itu karena cedera kepala ya bang ya.Karena tidak taat aturan.
Tapi kalau ini, tertabrak kereta apinya di bagian badannya.Jadi badan atas dan badan bawah terpotong, terbagi dua.Pada saat kejadian, Samuel ternyata memperhatikan aku bang.Samuel mendatangin, yuk kamu gak boleh kosong ya.Aku lihat dari tadi kok kayaknya kamu diem aja, kata dia.Gak kok aman, aku bilang.
Nah, setelah itu otopsi hanya sekitar 1 jam, Bang.Karena saat itu hanya merapihkan organ saja.Dirapihkan, dikembalikan ke semula.
Dijahit lagi ya?
Itu maaf, terbelahnya itu bener -bener kebelah semua?
Kebelah semua.
Jenazahnya?
Jenazahnya.Atas dan bawah.Setelah itu jam 2 siang, kami pulang, Bang.Udah selesai pembelajaran ya.Dan saat itu aku, Zizah, dan Retna lagi tidak ke bagian shift malam.Jadi kita nginep di kosan, Bang.
Nah, ketika di kosan, Aku mulai tidur tuh bang, sekitar jam 9 malam.Nah, jam 2 malam, tiba -tiba Zizah kebangun.Tapi posisi dia tuh duduk, matanya masih merem, dia megang -megang rambutnya bang, sambil ketawa -ketawa dan nangis -nangis.Aku kebangun bang, karena ada suara nangis dan ketawa siapa gitu.Pas aku bangun ternyata Zizah, Bang.Aku ngerasa Zizah kerasukan.
Akhirnya aku bangunin.Nah, posisi Zizah itu, Bang, tidurnya itu membelakangi pintu.Sedangkan posisi Ranjang kan depan -depanan dengan pintu.Dan di samping kepala Zizah itu ada stop kontak untuk charger HP, jadi dia ketiduran ketika charger HP.Dan di sampingnya itu ada dispenser, tempat minum.Ketika aku bangunin, suruh ganti posisi, Zah, kamu bangun deh.
Aku sadarin, dan pada saat dia aku bangunin, dia kaget, Bang.Dia ngerasa ada hal yang aneh pada dirinya.Tapi karena udah ngantuk berat, dia tidur lagi.Tapi sudah berubah posisi.Nah, pada saat dia sudah berubah posisi, dia sudah sadar dan tidur kembali, aku melihat sosok perempuan yang tadi kita otopsi tadi pagi, Bang.Aku sebut saja namanya Nuroma.
Neuroma yang tertabrak kereta api, usianya sekitar 30 tahunan itu.Dia datang hanya seperkian detik.Kenapa aku anggap dia Neuroma?Karena perawakannya sama, tidak terlalu tinggi, kemudian rambutnya pendek, dan dia datang dengan kondisi tubuhnya yang tidak sempurna.Hanya sepotong.
Sepotong?
Hanya sepotong.Jadi bagian atasnya aja, Bang.Oh.
Tapi bagian atasnya utuh.Gak setengah.
Bagian atasnya utuh.Bagian bawahnya sampe kakinya gak ada.Itu hanya persekian detik.
Munculnya di?
Munculnya di deket dispenser.Belakang kepalanya Zizah.Jadi pas Zizah tidur kan kepalanya membelakangi dispenser.Zizahnya bangun.Setelah Zizah bangun sosoknya dateng Bang.Jadi aku curiga kayaknya Zizah kerasukan sosok Nur Rahmat tersebut.
Nah keesokan harinya aku belum bilang Zizah Bang.Karena aku takut.Zizah ngerasa takut juga.Di hari kedua, aku, Zizah, dan Retna juga gak kebagian shift malam.Jadi, kami tidur di kosan lagi.Jam 2 malam lagi, Zizah kebangun, Bang.
Dengan posisi yang sama, megang -megang rambut, ketawa -ketawa, dan nangis -nangis.Aku bangunin lagi seperti hari sebelumnya, dia ngerasa hal yang aneh lagi.Setelah dia pindah posisi, Nur Rahman datang lagi.persekian detik juga, nggak terlalu lama.
Sama, di posisi yang sama?
Di posisi yang sama.Hanya berdiri.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeTapi nggak utuh juga?
Nggak utuh.Hanya sepotong, bagian atasnya aja.Nah, besok paginya, akhirnya kami datang lagi ke rumah sakit untuk pembelajaran ya, Bang, yang di kelas.Baru aku cerita ke Ziza, Bang.Aku cerita, aku nanya, Zah, sebenarnya kamu dua hari ini ngerasain apa?Kata aku bilang.
Terus dia bilang, aku nggak ngerasain apa -apa, tapi aku ngerasa ada hal yang aneh.Dan selama 2 hari itu bang ternyata sebelum Zizah tidur, Zizah selalu mendengar suara perempuan nangis.Tapi dia gak cerita.Setelah aku cerita baru dia cerita kalau sebelum tidur 2 hari itu dia mendengar suara nangis.Nah karena aku takut, Zizah juga takut ya bang.Akhirnya kita kalau kemana -mana berdua bang.
Mandi juga berdua.
Tapi sosok yang dokter lihat itu mukanya utuh atau gimana?
Mukanya kayak hologram bang.Gak jelas.Nah makanya kenapa aku anggap itu Nur Rahman karena hanya sepotong.Jadi oh kayaknya Nur Rahman yang ikut kekosan gitu.
Jadi terlihat seperti hologram.
Iya tidak terlalu jelas seperti tiga sosok yang waktu di IGD.Nah stasiun forensik.selesai, Bang, saat itu.Tidak terjadi hal mistis apapun.Nah, selanjutnya aku masuk ke Cirebon, Bang.
Mungkin ini juga pengen ditanya gitu ya.Pas Ziza kebangun itu, kan dia nangis, terus megang -megang rambut, itu merem posisinya?
Iya, merem posisinya.Kayaknya sih agak lama mungkin, Bang.Kalau aku nggak bangun, mungkin nggak ada yang bangunin Ziza.Itu agak lama.
Nangisnya gimana?
Nangisnya kayak nggak teriak -teriak, kayak cuman hmm gitu doang.Ketawa -ketawanya juga kayak ketawa -ketawa kecil doang, nggak terbahak -bahak gitu.Dan pada saat itu Retna nggak kebangun sama sekali selama dua hari itu, Bang.Jadi yang kebangun, ngedengar suaranya cuma aku doang.Retna gak kebangun sama sekali, padahal kan posisi tidur Ziza tuh dekat dengan Retna.Kalau aku kan di bawah.
Meninggalnya itu kenapa dok gitu?Maksudnya, kok bisa tertabrak gitu?
Menurut cerita saksi, katanya bang, jadi ketika sudah ada rambu -rambu mau ada kereta datang, ibunya tetap di tengah.Jadi ketika dipanggil -panggil, ibunya gak ngerespon dan akhirnya tertabrak kereta api.Karena saat itu katanya gak ada palang buat...Stop.Itunya tuh, Bang.
Tapi dia berhenti di tengah -tengah ngapain gitu?
Berhenti di tengah -tengah tuh karena tadinya lagi antri tuh, Bang.Lagi macet.Lagi macet, dia berada di tengah karena memang saat itu palang kereta apinya tuh nggak ada.Kan kadang -kadang ada yang nggak ada palang kereta apinya tuh, Bang.Buat nutupin.Nah, pada saat itu kereta datang, sudah dipanggil oleh warga setempat, nggak noleh.
Oh, ini posisinya lagi di motor?
Lagi di motor.Motor, betul.Pakai sepeda motor.Makanya pakai helmnya masih kenceng.Gitu, nah itu waktu aku cerita di Forensik Bang, di tahun 2016 itu.
"The accuracy (including various accents, including strong accents) and unlimited transcripts is what makes my heart sing."
β Donni, Queensland, Australia
Want to transcribe your own content?
Get started freeOke, ada lagi dong?
Oh iya bang, jadi waktu aku melihat sosok gemuk yang jail ke Samuel itu bang, ternyata di hari berikutnya, saat itu yang picket malam tuh, atau shift malam tuh, Ziza, Retna, dan Samuel.Mereka sedang shift malam, dan Samuel saat itu juga tidur di ruang tindakan.Nah, karena Samuel saat itu tidak bisa tidur katanya bang, dia melihat sosok yang gemuk itu yang pernah dia mimpiin, Jail juga ke Retna dan Zizah bang.Jadi sosok yang gemuk itu mendekatkan wajahnya ke wajah Retna dan Zizah.Sampai katanya rambutnya yang gimbal itu menutupi wajah Retna dan Zizah.Jadi ternyata Samuel tuh mimpi dan melihat langsung.
Kalo aku hanya melihat langsung.
Itu di IGD juga?
Di IGD juga.Di ruangan koas.
Sempet nyari tau gak itu siapa?
Belum sempet nyari tau sih bang waktu itu.
Maksudnya apakah ada selain temen -temen yang ngalamin gitu?
Iya.Nggak nanya -nanya soalnya.Iya.
Oke, ada lagi dok?
Mungkin flashback ya Bang ya, karena kan 2016 itu di Semarang, aku kan sebelumnya 2015 -nya koas di Cirebon Bang, di salah satu rumah sakit yang cukup besar di kota Cirebon.Saat itu karena kita dokter umum harus masuk ke beberapa stase, di koas itu ada dua stase Bang, stase mayor atau stase besar, dan stase minor atau stase kecil.Stase mayor itu stasiun yang diwajibkan untuk piket malam, biasanya di IGD atau di kebidanan.Stasiun mayor ini ada kebidanan, bedah, anak, dan penyakit dalang.Untuk stasiun minor seperti forensik, kulit, saraf, THT, dan lain -lain.Nah, pada 2015 itu, aku kebagian piket di stasiun kebidanan.
Nah, untuk sistem jagaandi koas ini, Bang, jadi ada dua shift.Shift jaga dan shift tidak jaga.Shift jaga ini, koas itu 7x24 jam berada di rumah sakit.Tidak pulang ke kosan.Kalaupun pulang ke kosan, hanya ada keperluan sebentar balik lagi ke rumah sakit.
Di shift tersebut, biasanya ada 3 koas.Dan kita tidur hanya 2 jam sampai 3 jam, Bang, selama 1 minggu itu.Gantian.Nah, di minggu pertama, aku belum ke bagian shift, Bang.Aku ke bagiannya yang masuk pagi aja.Jam 8 sampai jam 2 siang.
Saat itu, aku piket bersama satu orang koas, laki -laki.Aku sebut namanya Indra.Nah, di kebidanan tersebut, piket di bagian ruangan atas.Di ruang nifas, Bang.Ruang nifas ini, di sana, ada ruangan isolasi.Isolasi ini ruangan khusus untuk ibu hamil yang punya penyakit menular.
Yang kedua, ada ruangan nifas biasa untuk observasi ibu hamil setelah melahirkan.Ruangan ketiga, ruangan untuk penyakit -penyakit kebidanan.Kayak misalkan ada yang mioma uteri, ataupun kista dan lain -lain lah ya.Nah, saat itu aku kebagian untuk periksa pasien di ruang isolasi, Bang.Sebelum aku periksa, aku lihat rekamedisnya dulu tuh.Dulu kan belum rekamedis elektronik ya, Bang.
Masih pakai buku.Aku buka satu -satu tuh.Ternyata, Di ruangan tersebut terdapat pasien umur sekitar 30 tahun, seorang perempuan hamil, usia kehamilan sekitar 36 -37 minggu, jadi sekitar 9 bulan Bang.Dia ditempatkan di ruang isolasi karena dia punya penyakit TBC atau tuberkulosis paru, penyakit radang paru.Dan ternyata ibu hamil ituhamil anak pertama dengan kehamilan kembar.
Nah, pada saat aku sudah selesai melihat reka medis, aku datang ke ruangan isolasi.Aku seperti biasa ya Bang, aku memperkenalkan diri, ibu perkenalkan saya dokter Ayu, nanti selama beberapa hari ke depan aku yang memeriksa ibu ya Bu ya.Nah, pada saat itu aku lihat ibunya sendiri, tidak ada yang nemenin.Gak ada anggota keluarga yang berada di sana, hanya ibunya saja.Aku cek tensi, kemudian cek suhu, cek nafas, cek nadi ya Bang, seperti biasa.Aku wawancara juga, ibu gimana kabarnya sekarang?
Ibunya bilang sudah mulai membaik, tidak terlalu sesak katanya.Padahal saat itu kondisi ibunya masih pakai oksigen Bang, karena kan radang paru sesak nafas.Aku periksa selesai, aku bilang ibunya kondisinya sudah mulai baik, kemudian juga kedua anak yang dikandungnya juga baik gitu Bang.Karena kan aku dengerin pakai alat namanya Doppler untuk mendengarkan suara detak jantung janinnya.Dua -duanya ada dan normal.Aku bilang ke ibunya, bu pemeriksaannya sudah selesai, nanti besok aku kesini lagi ya bu ya.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeIbunya sangat baik dan sangat ramah tuh Bang, setiap aku selesai periksa pasti selalu bilang terima kasih.Hari kedua, aku periksa seperti biasa, Bang.Ibunya di hari kedua sudah mulai dibuka oksigennya.Katanya sudah tidak sesak lagi.Aku periksa seperti biasa.Hari ketiga juga sama.
Dan di hari keempat, terakhir aku periksa, Bang.Nah, sayangnya di hari keempat aku nggak bilang ke ibunya, Bang, kalau ini hari terakhir aku tugas di sana.Nah.Di hari keempat, aku izin pamit juga ke ibunya.Ibunya bilang terima kasih juga, dan ibunya sudah mulai membaik saat itu.Tidak pernah pakai oksigen lagi di hari kedua.
Aku mulai ke kosan baru.Bang.Aku pulang ke kosan.Nah, di kosan di Cirebon ini, Bang, aku ngekos di salah satu kosan depan rumah sakit.Tepat di depan rumah sakit.Jadi dekat banget ya.
Saat itu aku ngekos bersama Liza.Karena kosannya cukup luas, jadi kita berdua.Nah, sekitar jam 3 sore, kita lagi nonton TV, Bang.di kosan.Posisi aku duduk di ranjang, di kasur, sedangkan Ziza di lantai.Kita lagi nonton bareng, dan saat itu pintu kebuka, nggak kita tutup.
Ketika kita lagi nonton, aku tuh kayak pengen lihat pintu, Bang.Kan lagi nonton TV nih, tiba -tiba aku ngerasa kok kayaknya pengen ngelihat ke arah pintu.Dan saat itu aku melihat sosok ibu hamil yang biasa aku periksa sedang berdiri, Bang.Berdiri di samping pintu.sosoknya karena tuberculosis itu kurus ya bang ya, sosoknya ibunya itu kurus, pucat, sedang hamil, dia cuma senyum doang.Dia senyum tiba -tiba hilang.
Saat itu aku nggak bisa ngapa -ngapain, nggak bisa ngomong, nggak bisa apa ya bang ya, nge -freeze.Aku teriak, astagfirullah, aku bilang.Terus Izah, ngeh, kamu kenapa yuk?Aku ngeliat sosok ibu hamil yang biasa aku periksa, tapi kan nggak mungkin dateng, karena kan dia dirawat, udah gitu dia nggak mungkin tahu kuasa aku, aku bilang.Nah, setelah itu, kita sudah tidak mempermasalahkan, akhirnya pintu ditutup.Nah, di hari kelima, Bang, aku kan sudah tidak di stasiun Ifas lagi, Bang.
Nah, di hari kelima, aku...
Berarti nggak nyari tahu itu ya, kejadian malam itu nggak nyari tahu?
Nggak nyari tahu.Nggak nyari tahu, aku ngerasa, ah udahlah, capek kali, halusinasi aja.Di hari kelima, aku kebagian di ruang persalinan, namanya ruang VK.Saat itu, yang tugas di sana, aku...satu dokter koas dari kelompok lain, kemudian ada bidan -bidan praktek atau bidan magang, dan ada ibu bidannya juga di sana.Nah, tiba -tiba teman di kelompok lain bilang, Bang, katanya semalam ada kejadian.
Katanya ada kejadian, ibu hamil yang dirawat di ruang isolasi di atas, melahirkan, dan ibu beserta kedua anaknya meninggal.Setelah itu, Aku cuman dengerin, aku gak ngomong, aku gak cerita tuh tentang kemarin aku ngeliat sosok itu ya Bang ya.Aku dengerin, katanya ibu hamilnya itu udah mulai ngerasa mules Bang, ingin melahirkan.Dan sebelum masuk ke ruang persalinan, ibunya itu didorong -dorong oleh suaminya Bang, ngondar mandir dulu di luar.
Dorong -dorong maksudnya?
Didorong pake kursi roda.
Oh iya?
Bidannya sempat nanya, Bapak ibunya kenapa?Kenapa nggak di dalam aja, kan udah mulai mules?Terus Bapaknya bilang, istri saya pengen cari angin dulu sebelum melahiran, karena juga mulesnya belum terlalu sering.Yaudah nanti kalau sudah beberapa lama di luar, nanti tetap masuk ya Pak.Nah, saat itu Nggak ada yang terjadi hal apapun ya bang, cuma didorong -dorong.Sampai Bidan -Bidan juga aneh kok ibunya mau darmanir aja gitu di ruang, di luar tempat persalinan.
Setelah ibunya mulai ngerasa mulesnya udah hebat, akhirnya sudah proses persalinan, masuk ke ruangan.Dan pada saat itu ada anggota keluarga pasien bang, pasien lain yang datang ke Ibu Bidan.Ibu Bidan tadi saya ngeliatin,sosok, katanya.Satu sosok berbadan besar, berbulu tinggi.Satu sosoknya lagi perempuan seperti kuntil anak.
Mereka berdua mendar -mandir, Bang, di depan kamar persalinan ibu yang tadi.Mendar -mandir terus, itu cukup lama, katanya, Bang.Nah, setelah sosok itu ada, ternyata ibunya beserta dua anak yang dikandungnya meninggal dalam proses persalinan, Bang.Nah, Setelah itu, karena namanya juga orang kesehatan ya Bang, jadi Bapak nggak itu mah, mungkin halusinasi Bapak aja gitu.Karena kan yang bilangnya anggota keluarga yang laki -laki.Nah, setelah itu, selesai ya Bang ya, selesai di stasiun Nifas.
Dan pada saat itu aku masih di stasiun VK, di ruang persalinan.
Tapi sebenernya dok, kalau boleh tau itu meninggalnya karena apa?
"I'd definitely pay more for this as your audio transcription is miles ahead of the rest."
β Dave, Leeds, United Kingdom
Want to transcribe your own content?
Get started freeMeninggalnya kalau saat itu kan kondisi ibunya itu sangat kurus tuh Bang.Kekurangan energi kronis.Mungkin karena penyakitnya itu.Karena sepertinya ibunya sudah lama sakit, tapi ketika dirawat sudah 9 bulan.
Udah bentar lagi.
Iya.
Anaknya meninggal juga?
Anaknya meninggal juga waktu persalinan, dua -duanya.Pertama.
Jadi kalau misalnya ibunya meninggal duluan gitu, kemungkinan besar anaknya juga meninggal gitu tuh?
Pada saat itu, Ada kemungkinan sih sepertinya anaknya duluan, Bang.Anaknya duluan yang meninggal, ketika dilahirkan sudah meninggal, dan ibunya juga meninggal.Jadi semuanya, tiga -tiganya meninggal.Dan pada saat itu juga, ada anggota keluarga pasien yang lain yang melihat dua sosok ibu.Cuman kita gak nyari tau kok bisa ada dua sosok dan ibunya meninggal, gitu.Kan gak ada ilmiahnya gitu, Bang.
Gitu.
Nah, sore harinya, Bang, aku bilang ke Ziza di kosan.Aku bilang mungkin ibunya mau pamitan.Karena biasanya aku bilang besok mau diperiksa lagi.Di hari keempat itu aku gak bilang kalau aku sudah beda tugas, gitu.Nah, pada saat aku jaga VK, Bang, aku juga bersama satu teman kelompok dari kelompok lain.Katanya dia juga cerita waktu di VK ini, jadi katanya dia cerita waktu dia lagi shift, lagi jaga malam, dia didatangi satu perempuan ibu hamil, masih muda, Bang, sekitar 30 tahun.
Dia datang dengan keluhan mulus -mulus karena memelahirkan.Nah ibunya kan ditidurkan tuh bang di tempat, di ruangan untuk persalinan.Pada saat itu tiba -tiba tingkah laku ibunya tuh jadi berubah bang.Jadi berubah, tiba -tiba si ibunya tuh jadi kayak istilah sundanya tuh cunihin tau gak sih bang?
Cunihin apa tuh?
Cunihin tuh jadi kayak apa sih?Kalau manja -manja gitu bang.Ngegodain, ngegodain.
Ngegodain perawat?
Ngegodain si temen aku yang satunya.
Cowok dia?
Cowok.aku sebut aja namanya Irwan.Nah dia menggodain Irwan, terus tiba -tiba dia bilang gini, Bapak dokter ganteng, mau periksa aku nggak?Katanya gitu.Padahal sebelumnya ibunya kesakitan, lagi mulus -mulus Bang.Nah, saat itu ibu bidannya nggak ngerespon.
Nggak ngerespon, ah mungkin dia lagi mulus, lagi kacau gitu ya mungkin pikirannya.Nah, kemudian ibunyahamil ini yang mau melahirkan ini marah -marah.Dia bilang, aku gak mau diperiksa.Aku cuma mau diperiksa sama bapak dokter ganteng itu aja.Aku juga mau kenalan dulu.
Kalau aku gak kenalan, aku gak akan mau diperiksa.Terus akhirnya temanku mau kenalan, Bang.Mau kenalan dengan ibu tersebut.Setelah kenalan dengan temanku itu, akhirnya temanku kena ketakutan.Dia keluar dari ruangnya dan keluarganya manggil Ustadz.Katanya kesurupan.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeKesurupannya tapi manja -manja gitu ya?
Iya.Manja -manja ngegodain temanku itu bang, yang laki -laki.
Jadi ini mau melahirkan tapi...
Mau melahirkan.
Malah kesurupan.
Malah kesurupan.Padahal pas awal datang tuh lagi mules -mules.Pas setelah ditidurin... ...dia malah ngegodain temanku itu.Gitu.Dan satu kejadian lagi waktu aku... ...di New Fast bang.Aku kan sama Indra.
Oke.Bentar dong, yang itu dulu dong.Tadi akhirnya gimana dong?
Akhirnya...Mau gak mau kenalan bang, karena kalau gak kenalan gak mau keluar.Gak mau keluar makhluknya, karena keluarganya udah curiga.Ke Ibu Bidanya bilang, kayaknya ini anak saya kesurupan.Udah deh, suruh kenalan aja sama bapak dokternya gitu.Biar mau diperiksa, karena kan ibunya marah -marah gak mau diperiksa sama sekali.
Sedangkan saat itu udah mulus -mulus gitu.
Mungkin juga karena ini kali ya, stress tingkat tinggi.
Nah, awalnya gitu.Awalnya karena stress, jadi sama Ibu Bidan sama temanku itu juga gak didengerin.Tapi lama -lama ngamuk, marah -marah, gak mau diperiksa sama sekali.
Tapi akhirnya selamat gak sih dok?
Akhirnya selamat, setelah Ustadz datang bang.
Setelah Ustadz datang.
Karena langsung manggil Ustadz.
Jadi dibaca -bacain doa di Rukiyah ya?
Betul, di Rukiyah dulu baru lahiran.Gitu.
Luar biasa.Apa lagi dok?
"99% accuracy and it switches languages, even though you choose one before you transcribe. Upload β Transcribe β Download and repeat!"
β Ruben, Netherlands
Want to transcribe your own content?
Get started freePas lagi nifas tuh bang, aku...di stasiun itu ya, di stasiun nifas sama Indra.Kalau aku kan periksa ibu hamil yang di isolasi tersebut, sedangkan Indra di ibu hamil yang sudah melahirkan.Ketika dia lagi periksa, seperti biasa kan bang, dari tensi dan lain -lain, dipegang -pegang perutnya sama temanku Indra itu, dan ibunya marah bang.Dia bilang, kamu tidak boleh pegang -pegang tempat saya tinggal.Temanku kan kaget, dia tetap harus periksa kan bang, karena kan kalau abis melahirkan tuh harus ngeraba kontraksi rahimnya, baik atau tidak kan.
Temanku tetap periksa, ibunya malah ngamuk, marah -marah.Ini tempatku kamu tidak boleh pegang -pegang katanya.Nah, setelah itu karena dia takut, dia kembali ke ruangan perawat dan keluarganya memanggil ustadz juga.Katanya kesurupan juga bang, gitu.
Tapi ini setelah melahirkan?
Setelah melahirkan.Lagi observasi, setelah melahirkan.
Ini baru pertama kali sih denger ya?Ada ibu mau melahirkan, dan setelah melahirkan, kesurupan tapi masih di rumah sakit.
Iya, jadi gak aneh sih Bang di rumah sakit, itu banyak Ustadz yang datang.Soalnya sering, karena sering kesurupan di rumah sakit.
Yang ini ya?
Yang ini, yang di Cirebon.Jadi kami sebagai tenaga medis gak aneh kalau ada Ustadz yang datang.
Menarik ya.Ustadz gak buka praktek.
Harusnya ya.Konsultasi.
Cuman beda ini ya, beda kurikulum ya.Apa lagi dok kisah -kisahnya?
Setelah dari stase anak itu, eh itu kan stase kebidanan bang.Masuk lagi ke stase...Stasia anak ini kami juga piket malam.Ada piket malam, ada piket siang.Aku kan sama Ziza emang satu kelompok, Bang.Jadi selalu bareng.
Di satu malam, aku dan Ziza sedang piket di ruang perawatan anak.Tempatnya itu di lantai 2.Lantai bawahnya ICU, di atasnya lantai 2 untuk perawatan anak.Jam 11 malam, semua pasien udah pada tidur, Bang.Dan waktu itu yang berada di ruang luar, dinner station, cuma aku sama Zizah.Waktu piket itu kan berempat.
Aku, Zizah sebagai koas, dua lagi perawat.Perawat senior.Perempuan dua -duanya.Nah, waktu aku lagi ngobrol, karena belum ngantuk, tiba -tiba kami berdua mendengar suara perempuan ketawa -ketawa, Bang.Jadi kayak lagi ngajak main anaknya.Anaknya tuh kayak masih kecil gitu, Bang.
Kayak sekitar usia satu tahun, dua tahunan.Ketika ibunya itu ngajak main, disautin sama anaknya bang.Jadi kayak main bareng gitu.Ruangan itu kan penuh sama ketawa mereka bang.Kita kan kaget bang.Akhirnya kita cari sumber suara.
Kita keliling dari ujung ke ujung, gak ada yang bangun.Semua pasien, anak tidur.Semua keluarga pasien yang nungguin juga tidur.Jadi saat itu kita pikir, oh yaudah deh mungkin ada yang gangguin kita.
Tapi waktu itu posisinya di lorong gitu?
Posisinya di ruang perawatan.Di ruang perawatan memang di ruang perawatannya yang banyak pasiennya, satu kamar itu bisa beberapa pasien, Bang.Kita sampai cari sumber suara sampai kita datangin kamar, Bang.Nggak ada yang bangun, semuanya sudah tidur.Nah, koas udah selesai bang.Dua tahun kan ya, di rumah sakit Cirebon dan di rumah sakit Semarang.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeSetelah dua tahun kami koas, kami ujian nasional.
Ada ujiannya lagi ya?
Ada ujian nasional bang, namanya ujian kompetensi dokter Indonesia UPDI.Jadi sebelum kita jadi dokter umum tuh, ujian dulu.Nah, setelah ujian lulus, kami melaksanakan program dokter internship.Dokter internship ini adalah dokter magang.Tapi sudah lulus kompetensi tertulis ataupun praktik.
Jadi abis itu magang lagi ya?
Magang lagi.
Luar biasa.
Wajib, Bang.Satu tahun.Prosesnya itu kita pilih tempatnya, Bang.Salah.Kita masuk ke web, kalau servernya down, mau gak mau kita ditempatkan di rumah sakit terpencil.Nah, saat itu alhamdulillahnya aku dapat rumah sakit di Jawa Barat.
Gitu.Rumah sakitnya cukup besar.Saat itu, Aku sedang jaga IGD bersama partner dokter internship juga laki -laki, sebut saja namanya dokter Iqbal.
Ziza udah gak ikut ya?
Ziza udah gak ikut.Ziza di yang lain.Nah, di pagi hari itu pasien cukup banyak Bang.Karena kalau di kita itu Bang, di Koas ataupun dokter internship, ada julukan.Jadi aku tuh masuknya, katanya kalau jaga sama Ayu, bau.Gitu bang, bau itu pemanggil pasien bang.
Jadi kalau misalkan aku tiap jaga IGD, pasti pasiennya akan datang banyak banget.Makanya ada julukan bau.gitu jadi makanya aku waktu koas sudah terkenal bau makanya temen -temen aku itu pada bilang kalau jaga barang sama aku katanya pasti gak akan tidur sama sekali selama jaga malam karena bau itu.
Ini bukan bau padan ya guys?
Bukan bau gak mandi.
Karena pasiennya banyak gitu ya?
Karena pasiennya banyak.Nah pagi itu pasien banyak banget bang gak berhenti -berhenti Nah, saat itu aku sama Iqbal sedang menulis reka medis.Jadi reka medis ini kita tulis setelah kita lakukan pemeriksaan ke pasien.Ketika aku sedang duduk, sedang menulis reka medis, tiba -tiba aku didatangin satu perawat.Dia bilang, dok, ada satu pasien di ruangan tindakan.Dia pingsan, tidak sadarkan diri, barangkali mau dilihat dulu.
Akhirnya aku datang, Bang, ke ruangan tindakan.Aku lihat, Seorang laki -laki usia sekitar 40 tahunan bang, dia sedang terbaring, tidak sadarkan diri di bed, di kasur pemeriksaan.Pas aku baru menginjakan kaki di pintu bang, tiba -tiba pasiennya bangun.Dia berdiri di atas kasur, datang ke hadapan aku bang, bener -bener posisinya depan -depanan sama aku, dia tiba -tiba tangannya seperti ini, kayak mau mencengkram, dan dia juga menggeram -geram kayak harimau.Saat itu aku nge -freeze, aku gak bisa gerak ataupun gak bisa ngomong apapun, dan aku ditarik oleh perawat di sana.Ditarik, aku disuruh keluar dong.
Udah gak usah periksa, nanti diperiksa sama perawat yang laki -laki aja katanya.Isirat dulu aja.Nah waktu itu kan aku lagi nulis rekamedis sebelum selesai bang.Aku akhirnya melanjutkan rekamedis yang sebelumnya aku tulis.Tiba -tibaada satu perawat lagi yang manggil dokter Iqbal, partner aku itu.
Perawatnya bilang, dokter Iqbal, pasien tadi yang dokter periksa, jadi pasiennya perempuan sekitar usia 40 tahunan juga, dia datang ke rumah sakit dengan keluhan gula darahnya terlalu tinggi Bang, di atas 500, jadi Waktu pasien itu datang, akhirnya Dr. Iqbal itu memberikan terapi untuk menetralisir gulanya.Jadi, dikoreksi istilahnya.Saat itu, Dr. Iqbal itu sibuk banget, Bang.Dia rekamedis masih banyak, masih numpuk, belum ditulis satu -satu.Karena aku rekamedisnya sudah selesai, aku tawarin lah ke Dr. Iqbal.Bal, udah aku aja yang periksa pasiennya.
"Cockatoo has made my life as a documentary video producer much easier because I no longer have to transcribe interviews by hand."
β Peter, Los Angeles, United States
Want to transcribe your own content?
Get started freeNanti sekalian aku koreksi gulanya, sudah turun atau belum.Terus dokter Iqbal bilang, oh yaudah teh, minta tolong diperiksain ya, aku masih banyak yang belum ditulis.Aku datenglah bang, ke salah satu ruangan, ruangannya tersebut berada di pojok dekat kamar mandi.Ke arah sananya itu ada ruangan kamar mayat dan ruang radiologi.Ibunya berada di pojok di samping kamar mandi tersebut.Pas aku datang, ibunya nggak pingsan, Bang.
Sedangkan kan perawat yang datang ke dokter Iqbal bilang katanya, ibunya yang tadi sedang ditata laksana nandulanya, pingsan.Pas aku datang, ibunya ternyata bangun, Bang.Tapi dia tiduran.Aku periksa, aku tanya.Pas aku tanya tuh, nggak ngerespon, Bang.Dia cuma ketawa -ketawa.
Terus, aku periksa.Ketika aku periksa, tiba -tiba tanganku dicengkram.Dicengkram sama ibunya, kuat banget.Dia sambil ketawa -ketawa, Bang.Dia sambil ketawa -ketawa, sambil memperhatiin aku dari atas ke bawah.Nah, setelah itu aku periksa, aku lihat wajahnya.
bang, tiba -tiba wajahnya berubah bang.Jadi pucat, jadi kaya wajah kuntilanak gitu bang.Matanya menjorok ke dalam, mulutnya jadi lebar banget bang.Terus saat itu bibirnya tuh kaya mainin bibirnya gitu bang, kaya mainin bibirnya kaya manja -manja, mainin lidahnya, sambil ketawa -ketawa bang, ketawain aku.Terus saat itu, Aku nge -freeze juga bang saat itu, terus aku selesaikan pemeriksaan, aku cek gulanya, dan ternyata gulanya udah normal.Setelah selesai pemeriksaan, aku datang lagi ke Dr. Iqbal, dinner station.
Aku laporin, bal, hasil gulanya sudah bagus, dan ibunya juga tidak pingsan, udah sadar.Nah, beberapa lama dari itu, dua perawat tadi yang manggil aku dan Dr. Iqbal untuk periksa pasien bilang, Katanya bapak tadi yang di ruang tindakan, dan ibu tadi yang berada di ujung ruangan yang aku periksa itu, mereka suami istri, Bang.Dan mereka dua -duanya kesurupan.Saat itu katanya ada ustaz juga yang datang, Bang.Ngeruki ya bapak dan ibunya.Posisi bapaknya tuh sedang menemani istrinya, Bang, karena dirawat.
Tapi nggak ditanya lebih lanjut ya?Maksudnya apakah emang sering kesurupan atau gimana?
Nggak ditanya.Kalau kita tuh karena medis mungkin ya, Bang.Jadi nggak pernah nanya -nanya itu.yang paling itu sih itu yang lain sih masih banyak cerita lagi tapi yang paling ini yang ini sih yang paling gak pernah bisa dilupain.
Nah ternyata dokter Ayu ini punya pengalaman lagi waktu dia sekolah yang berhubungan dengan cadaver dan ceritanya ini cukup panjang gimana guys kalian masih pengen tau?nih pengalaman horror dokter Ayu yang berhubungan dengan cadaver?Boleh banget.20 ribu komen dibawah.Cok ini pernah gak gitu?Maksudnya kayak misalnya melakukan otopsi terus dateng ke mimpi gitu?
Kalau ke mimpi enggak sih Bang.Jadi malah nampakin aslinya langsung.
Malah langsung ya?
Malah langsung.
Tapi dari dia itu kayak gak ada yang ngomong gitu ya?
Gak ada.Jadi cuma hanya nampakin aja.
Paling ya denger suara nangis tadi itu ya?
Denger suara nangis sama datang sosoknya aja gak ngomong apapun.
Oke.Ya dong kan dokter Ayu kan sehari pasien bisa 100 -200 kan pasti udah ribuan lebih nih nangelin pasien gitu.Ada gak pasien yang paling unik lah menurut dokter Ayu?
Pasien paling unik tuh bang pernah ada satu waktu ada dua orang tua bawa anaknya karena anaknya sakit -sakitan terus bang terus pasti ditanya antivaksin bang keluarganya.Jadi tidak mau memvaksin anaknya.
Seluruh vaksin?
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeSeluruh vaksin.Dari lahir dia tidak mau vaksin.Tapi ketika sakit datang ke dokter.Gitu.Itu yang paling ini sih Bang.Apalagi sekarang kan kasus campak lagi mewabah ya Bang.
Campak ya?
Campak lagi mewabah sekarang.Padahal kan zaman dulu campak tuh kayak peyakit biasa.Kalau sekarang tuh jadi peyakit yang cukup serius karena kan kalau imunisasi itu Bang ada herd immunity untuk anak -anak yang divaksin.Jadi ketika ada satu kelas, misalkan 20 orang anak divaksin, satu anaknya tidak divaksin, satu anaknya itu kebantu oleh temen -temennya yang lain.Sedangkan sekarang masih banyak yang antivaksin, jadi sekarang campak ini bisa menyebabkan komplikasi.Contohnya kejang, kemudian ke arah lain juga, ke organ yang lain.
Tapi ini untuk anak -anak?
Untuk anak -anak.Bahkan sekarang akan diadakan vaksin campak untuk nakes.
Tapi campak sekarang bisa berakibat pada komplikasi.Bisa.
Dari dulu sebetulnya bisa, tapi karena dulu mungkin lebih taat, Bang.Kalau sekarang masih banyak, kalau sekarang ternyata ada ibu -ibu yang memang gak mau vaksin anaknya sama sekali.
Nah ini juga, kemarin kan saya baca gitu dok ya, bahwa bener gak sih memang Sekarang banyak anak -anak itu yang diabetes gitu, bener gak sih?
Bener, Bang.
Hah?Serius?
Bener, serius.Karena dari makanan biasanya.Sering makan makanan manis, minuman kemasan, gula -gula, dari permen, dan lain -lain.
Sakit yang diderita tuh kayak gimana?
Sakit yang dideritanya itu seperti kencing manis atau gula.Pada umumnya sih, Bang, biasanya anaknya tuh lebih ke obesitas gemuk.Makanya ketika kita tanya ke ibunya di wawancara, anaknya memang sering konsumsi makanan -makanan yang manis -manis.Yang berlebih gitu maksudnya.
Karena saya kemarin pernah baca berita tuh, kayak gitu ya.Oh ternyata dokter juga ngalamin ya, pasien -pasien kayak gitu ya.
Pasien -pasien kayak gitu.Nggak mau vaksin tapi anaknya sakit tetap ke dokter.
Katanya alasannya kenapa nggak mau vaksin?
Alasannya yang pertama, nggak mau anaknya rewel.Karena kan ada beberapa vaksin yang setelah divaksin tuh menyebabkan demam.Tapi tidak semua vaksin dan tidak semua anak.gitu lah katanya.Pertama itu, yang kedua karena agama katanya Bang.Zaman dulu juga, zaman Rasulullah gak ada vaksin bilangnya gitu, tapi sehat -sehat aja.
Jadi yang penting pola makannya aja dijaga.Dan itu ada beberapa orang yang sampai, tanda tangan Bang, bikin surat pernyataan anaknya tidak mau vaksin.Jadi kita nakas juga bingung kalau udah ada tanda tangan pernyataan seperti itu.
"Your service and product truly is the best and best value I have found after hours of searching."
β Adrian, Johannesburg, South Africa
Want to transcribe your own content?
Get started freeKalau HIV -AIDS pernah nanganin pasiennya dok?
Kalau untuk HIV -AIDS di puskesmas itu,setiap ibu hamil yang datang tuh selalu diperiksa, Bang.Triple eliminasi untuk HIV, syfilis, dan hepatitis B. Dan untuk pasien -pasien yang datang dengan mengarah ke arah sana.Ketika sudah didiagnosa HIV, HIV -nya reaktif setelah dilakukan pemeriksaan darah, biasanya kita konsultasikan ke dokter spesialis penyakit dalam, ke rumah sakit.
Grafiknya meningkat gak sih?Atau gak ke arah sana gitu?
Kalau grafik di puskes kami karena kami kabupaten kecil, sepertinya gak sih Bang.Tapi memang ada, cuman gak banyak.
Ada juga ya?
Ada juga.
Tapi itu jatuhnya ke dokter spesialis.
Iya.Karena ada poli khusus di sana, di rumah sakit.
Oke, gimana guys?Kita lanjut ke part 2 apa gak nih?Kisah -kisah dokter Ayo ya.Khususnya yang belum diceritakan, yang berhubungan dengan...Kadaver.Makasih dok ya udah dateng dan cerita di RGL.
Kita doakan semoga dokter Ayu sehat -sehat selalu.Karena pasiennya tiap hari cukup banyak yang dateng.100 -200 tuh luar biasa loh dok nya.Banyak banget.Banyak banget ya.
Banyak banget banget.
Ngerange waktunya juga gak gampang itu ya.Iya.Oke itu dia guys akhir dari episode ini ambil backnya buang buruknya dengan kisah -kisah seperti ini.Jangan malem jika kalian takut akan tetapi kalau semangat kita percaya dengan kebesarannya.Gue Fajar Ditya, RGL Limau dulu.
Get ultra fast and accurate AI transcription with Cockatoo
Get started free β
