Hari ini kita ngobrol sama Dr. Tri Maharani, dokter spesialis toksinologi, satu -satunya di Indonesia.Halo, dok.
Mungkin spesialisnya emergency, subspesialisnya toksin.Oke.
Spesialisnya emergency.Gak apa -apa, aku yang gak ngerti.Spesialis emergency medicine.Betul.
Subspesialisnya toksin.Tapi gak apa -apa lah.Dikatakan doktoran di toksin, ya oke -oke aja aku.
Oke, kita jabarkan dulu ya, kita breakdown dulu.Spesialis toksinologi, nah itu apa definisinya?
Spesialis emergensi, di subspesialis toksinologi.Jadi gini, di emergensi itu ada 4 sub.Disaster, pencana -pencana gitu.Kemudian perhospital itu kayak ambulan, pertolongan.Ya kalau kita itu 119, kalau di Amerika 911, kayak gitu.Kemudian ada yang hospital di UGD.
Nah mungkin teman -teman kemarin yang diajak kesini kan UGD.Ada dokter Gia tuh.Iya, nah kalau spesialisnya namanya spesialis emergensi, subspesialis hospital.Nah, kemudian yang saya adalah...Toksikologi tadi dengan keahlian toksinologi, gitu.Kenapa begitu?
Karena dulu yang memulai di Indonesia itu adalah saya, gitu.Wow.
Berarti dulu belajarnya di?
Saya dulu belajar di Australia di Undersedley.Kemudian...Sama?Ya itu.University, naik trem gratis, muterin city.Betul, dan saya tinggal di itu loh mas, depannya Women and Children Hospital.
Karena sekolahnya untuk prakteknya, untuk ular -ular tuh disitu.Belum tau ya waktu itu ya?
Sahabat saya, sesama dari Central Market, Randall Mall.Kapan terakhir ke Adelaide?
2023 sempat kesana.
Aku 2022 ya?
Tapi sekolahnya aku 2017 mas.Sekolahnya 2017.
Jadi kita bawa ke Adelaide aja ya.
Sekolahnya kapan tadi?2017.Jadi ada Profesor Julien White gitu.Nah itu Profesor saya.Kemudian dia pensiun.Jadi sekarang program itu tutup.
Kok kan membuatnya di Indonesia saja.
"99% accuracy and it switches languages, even though you choose one before you transcribe. Upload β Transcribe β Download and repeat!"
β Ruben, Netherlands
Want to transcribe your own content?
Get started freeOke, kita ngomongin...Tadi dokter bilang toksikologi dan toksinologi.
Ada dua hal nih.
Ini apa bedanya nih?
Jadi gini, di Indonesia itu kalau subspesialisnya namanya toksikologi.Tapi di toksikologi itu ada dua.Yaitu keracunan alami yang disebut toksinologi.Dan keracunan non -alami yang biasa orang bilang toksikologi.Aku sendiri sangat interes di toksinologi.Makanya kalau orang -orang di luar sangking bingungnya ngomong, Dokter Maha Ali Ular.
Ya udah lah, oke.
Saya aja bingung.Intinya dokter ini ahli dari racun -racun yang disebabkan oleh alam.Betul.Dan tidak alami.Nah, tapi meskipun pendidikannya belajar dua -duanya, tapi dokter sekarang lebih banyak ngurusin yang penyebab alam ya?Betul.
Karena kalau yang tidak alamas ya, ada penyakit dalem, ada teman -teman farmaku, ada.Nggak apa -apa lah kalau menurut aku kan sudah bidangnya mereka.Tapi yang ini yang negatif, yang nggak ada yang mau.Karena kalau hewan -hewan tuh ya orang jijik, takut.Para dokter takut.Tanya aja sama dokter -dokter lain yang pernah di sini ya.
Takut nggak sama ular?Takut nggak sama hewan laut?Takut nggak sama insek?Kebanyakan takut.Karena dulu saya pernah bertemu salah satu menteri yang perempuan.Saya kasih buku perdoman WHO Management of Snakebite yang saya buat.
Dia bilang, Dokter Maha aku takut karena buku ini gambarnya ular.Jadi akhirnya...Ya, begitulah.Nah, jadi aku mikir, ya sudahlah aku yang di -toxindo saja.Karena aku nih sejak kecil sayang sama hewan -hewan, gitu.Meskipun dokter manusia lah ya, bukan dokter hewan aku.
Paham, paham, paham, paham.Oke, ya karena sebagai dokter ngurusin manusia yang kena gigitan ular.Apa, binatang yang mengandung toksin, kan?
Iya, dan itu neglected, nggak ada yang ngerjakan.
Oke.Nah, ketika lulus dari Adelaide, menjadi spesialis toxic waste, sub -spesialis toksinologi ini, ke Indonesia berarti pemanfaatannya langsung berasa tuh.Karena ada kebutuhan itu.
Betul.Tapi sebelumnya gini, aku nih ASN udah 27 tahun.Waktu itu aku tinggal di Puskesmas 7 tahun.Selama itu aku lihat ya, terutama kasus gigitan ular.Karena itu yang tertinggi di Indonesia kan ya.
Daerah mana nih kalau boleh tanya?
Aku dulu...PTT -nya di Nganjuk, Jawa Timur.Kemudian PNS -nya di salah satu daerah termiskin di Jawa Timur, Bondowoso.Dan tahu sendiri, Bondowoso itu ada kawaijen.Dimana kasus gigitan ular dalam satu tahun itu 150 kasus lebih.Yang masuk ke UGD aja loh, rumah sakit loh.
Belum dipuskesmas, belum mati di dukun, belum mati di rumah, gitu kan ya.Nah, jadi tahun -tahun itu aku terpanggil.Aku diajarinya di kuliah, di kampus tuh kok salah ya?Soalnya pasiennya banyak yang mati gitu.Emang kok di perkulian...diajarin apa?
Nah, dulu itu, tanyakan ke semua dokter di Indonesia ya.Sebelum aku datang dengan ilmu baru ya.Kami masih diajari cross -insisi.Kami masih diajari semua gigitan ular itu pakai sabu yang ternyata sekarang namanya itu biosef.Jadi hanya untuk tiga jenis ular.Kobra Jawa, Welang, sama ular tanah.
Padahal ular di Indonesia itu 380.Jadi itu cuma tiga ular aja yang berbisa kan 80 -an.Nah itu cuma 3 itu untuk semua ular.Berarti kan salah ya mas ya?Betul.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeSorry, aku ngasih konteks dulu soal sabu tadi.Karena sabu itu kan serum anti bisa ular.
Iya, betul -betul.Harus ngomongin.Karena dulu aku pernah training kepala polisi.Mereka kaget bilang, udah termaha ngasih gigitan ular pake sabu -sabu narkoba.Ini serum anti bisa ular.Jadi pak polisi tuh mikirnya aku ngasih narkoba.
Pake sabu aja pak.
Oke.Oke, lalu...Nah, jadi dulu diajarin ya, kalau misalnya ada pasien kena gigitan ular, kita menyelamatkannya dengan kasih serum anti -bisa ular.
Oh, jadi caranya diinfiltrasi setengah ampul ditusukan di intramuskuler bokong, gitu.Nah, ternyata itu cara yang salah semuanya.
Soal suntikannya atau soal penggunaannya?Semuanya.
Jadi mulai cross -insisi sampai suntikannya.Nah, jadi...Kita di Indonesia ini, karena ini adalah ilmu yang gak populer.Lebih populer ilmu jantung.Dulu, awal -awal aku jadi spesialis emergensi, impianku adalah jadi ahli untuk kardiofibrosis.Jadi aku pergi ke Belgia, S3 aku di Belgia mas.
Separuh kan, apa namanya, Senyuslek program.Jadi separuh Bravijaya, separuh ke Belgia risetnya.Pikiran ku akan berubah.tentang kardiofibrosis.Tapi Tuhan panggil lain, ahli ular.Ya gak keren tapi...
Membahagiakan aku.Keren dong.
Keren dong alih ular orang ini.Satu -satu Indonesia pada saat itu.Cross Insisi, coba jelaskan.Apa itu?
Jadi gini, jaman dulu tuh kalau digigit ular, masyarakat awam tuh diikat kenceng -kenceng gitu kan.Setelah datang ke puskesmas atau ke rumah sakit, kita itu harus memberi torehan pakai pisau.Pisaunya ya kalau kita pakai pisau bedah itu, berupa pisau.cross gini apa namanya silang gitu loh kemudian kita keluarkan darahnya karena pikiran kita bisa ular itu lewat darah ternyata salah mas ternyata lewat kelenjar getah bening jadi cross insisi menjadi tindakan yang salah karena gak ada bisa ular di dalam darah tapi dalam kelenjar getah bening jadi kok di filmnya?salah, nanti sutradaranya suruh belajar di aku dari film -film gitu Apa yang benar berarti?Kemudian setelah aku jadi dokter puskesmas 7 tahun itu, aku sekolah spesialis emergensi.
Di tahun 2007 sampai 2011, kan sekolah spesialis itu 4 tahun.Nah, kemudian aku ketemu dengan seseorang.Dimana seseorang itu sekarang jadi profesor toksinologi Malaysia.Ketua Malaysia toksinologi.Orangnya datang ke Indonesia.Awalnya dia jadi pembicara -pembicara gitu lah.
Dia tawarkan ilmu itu ke banyak temanku di spesialis emergensi.Kok gak ada yang tertarik?
Aku tertarik.
Nah karena satu, aku 7 tahun di desa kan.Tadi di Nganjo sama di Bondowoso.Dua -duanya gunung.Cuma satunya Gunung Wilis, satunya Gunung Ijen.Nah jadi kan banyak ularnya.Nah si Pak...
ini mengajari kepada kita hal -hal baru.Nah, aku akhirnya pergi sepulang dari Belgia tadi.Aku diundang dia ke Malaysia 2012.Aku tuh nggak tau, Mas.Padahal kan rencana ke Belgia jadi alikardiofibrosis.Ternyata pulang ke Indonesia jadi alik ular.
Kemudian 2012 itu aku belajar ke dia sampai 2015.Nah itu pake guideline WHO yang lama, 2010.Bahwa bisa ular tuh...
Kalau dia disuntik, memang apa bedanya dengan DIV?Apa bedanya?
"Cockatoo has made my life as a documentary video producer much easier because I no longer have to transcribe interviews by hand."
β Peter, Los Angeles, United States
Want to transcribe your own content?
Get started freeIya, bedanya kalau infiltrasi cuma ada di bekas gigitan sama dia di dalam otot kalau dibokong.Padahal dia harus dibokong, dia harus dibokong, dia harus dibokong, dia harus dibokong, dia harus dibokong, dia harus dibokong, dia harus dibokong, dia harus dibokong.Terus langsung ke Vena karena perjalanannya harus cepat karena dia dalam kondisi sistemik itu anastomose antara kelenjar ketapening dan pembuli darah.Jadi dia harus diberikan cepat gak bisa infiltrasi aja karena itu lama apalagi dibokong itu berjam -jam lama.Jadi gak bisa dia mengikat si Venom karena gunanya anti Venom ini mengikat si Venom.
Oke.Nah, yang di Kawaijen dikasih sabu ini nggak bisa, apa karena sabu ini tadi kalau aku denger ada cuma 3 ular?
Ya, Kawaijen ularnya ular ijo, jadi nggak bisa pakai sabu.Dan nggak ada yang tau tuh selama itu?Nggak ada.Jadi hari itu kan karena aku belajar ke dokter Kaldun, Prof. Kaldun ya sekarang, Prof. Kaldun tadi, aku jadi tau bahwa anti -venom untuk ular ijo ada sendiri.Nah kemudian karena negara gak mau beli waktu itu, kalau sekarang mau ya.Kalau waktu itu gak mau beli, aku beli sendiri dengan uangku sebagai PNS.
Gaji PNS 3 juta, tak beliin semua antivenom.Makannya nanti.Nah kenapa?Karena aku mikir gini.Aku waktu itu masih sehat, kan dokter ya.Masih sehat, aku bisa makan apa aja.
Tapi kalau pasienku itu kan hampir mati.Jadi dia harus kutolong dulu.Masalah aku nanti Tuhan akan pelihara.Dan itu yang kulakukan sampai sekarang.
Oke, astaga.Jadi dokter beli anti -venom untuk ular hijau yang endemik di Wijen.
Betul.Aku pergi ke Thailand, kan aku sudah dikasih tau guruku tadi, Prof Kaldun.Belinya di Thailand dan aku dikenalin dengan namanya Prof Kaldun.Taksa dari KSMI, di KSMI tuh Queen Sao Faba Memorial Institute.Fabriknya antibisa ular yang dipunyai kerajaan Thailand.Dan didonasi oleh Red Cross Thailand.
Jadi harganya murah.Jadi dia ini bisa...Ketika hari itu aku ngomong aku butuh dan aku tidak jual, karena dia kalau jual gak boleh.Karena dia kan donasi gitu loh mas, karena Red Cross toh.Jadi aku beli kesana dan aku ngomong aku gak jual, aku kasih gratis pasienku.Dia kasih aku untuk dibeli dan aku membawa pulang untuk pasienku, gitu.
Nah, habis itu ada gak?Orang digigit, ular hijau, dan akhirnya dipakai.
Banyak, banyak banget.
Dan akhirnya selamat.Iya.Kalau nggak meninggal tuh.
Iya.Nih, ini titik baliknya ya.Nah, jadi waktu itu 2014.Jadi, Caitlyn WHO 2016 belum ada.Masih 2010 yang diajari Prof Khaldun tadi.2014, aku jadi Kepala UGD.
Karena saya spesialis toh.Jadi Kepala UGD di Bondowoso, naik kelas.Dulu kan Kepala Puskesmas.Sekarang Kepala UGD Rumah Sakit.Puskesmas.Wondewoso gitu.
Aku ada pasien tuh sampai air mata darah, trombositnya tuh tinggal 2000.Kalau diteruskan mati tuh.Orangnya perdarahan dimana -mana.Kencingnya itu bukan hematuri.Kalau hematuri ada kencing, ada darah.Itu bladiuri.
Jadi betul -betul darah.Dipikiranku besok tuh mati tuh dia.Malam itu aku langsung terbang ke Thailand.Ya kalau aku biasa gitu terbang ke Thailand beli antifenom balik lagi.PP Mas.Tidurnya di Don Muang, tidur di itu.
Tidur di lantai -lantai itu.Kemudian aku balik tak kasih antifenom itu.Aku masih ingat tuh dokter jagaku.Dulu kan ada isip -isip ya, koas dari banyak swasta ya.Kemudian perawat -perawatku tuh liatin.Jadi waktu aku berikan itu kan intravena tuh.
Kemudian jam demi jam tuh kita lihat.Tiba -tiba kita lihat urinnya berjernih.Perdarahan berhenti.Kemudian 4 jam itu air mata darahnya hilang.Kayak kawinan.Kemudian waktu tes 8 jam, tes darah lengkap itu, trombosit yang 2000 itu jadi 150 ribu.
Nangis gak kita?
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeNangis semuanya.
Mungkin kalau dokter -dokter yang hari itu, perawat yang hari itu, lihat podcast ini pasti ingat.Kami semua ngomong, kami melihat keajaiban, kami melihat kejijatan.Dan yang paling bahagia, seorang dokter tuh paling bahagia kalau pasien yang harusnya mati, jadi hidup kan.
Iya.
Nah jadi itulah yang ku alami.Jadi ternyata pekerjaanku dari 2012 sampai sekarang ini sudah... ...2016 14 tahun ya.Itu kebahagiaannya adalah ketika melihat... ...mujijat -mujijat itu.Harusnya mati, jadi tidak boleh mati.Dan bahkan hari ini...
ceritanya...Hari ini aku sibuk di konsuli.Hari ini ada satu pasien, dua pasien tepatnya.Satu di Rumah Sakit Kota Bandung, anak pesantren mas.Digigit ular beberapa hari yang lalu, ularnya neurotoksin.Entah weling, pokoknya neurotoksin ya.
Entah weling, entah welang, atau itu cobra, atau king cobra.Tapi dia koma mas.Jadi waktu dibawa ke Rumah Sakit Pindad, koma.Terus sama Rumah Sakit Pindad, karena Rumah Sakit kecil ya, dirujuk ke Rumah Sakit Pindad.Kota Bandung, intubasi terus ventilator.Gak bisa nafas itu.
Nah, kemudian aku datang sebelum pergi ke Papua itu.Sudah mulai bagus.Dan hari ini udah lepas, udah makan sendiri.Besok udah pulang kembali ke pesantrennya.Aku berencana untuk training pesantren itu.Supaya gak ada lagi anak pesantren kena gigitan ular.
Satu lagi di Tiga Raksa, Tiga Raksa Banten.Anak perempuan kecil juga.Bayangkan, Mas Dedika kan punya anak tuh.Anaknya masih kecil, harapan hidupnya panjang.Ini 9 tahun.Dia juga gitu, digigit nggak tau.
Main, malem -malem.Kan dia nggak tau ular atau apa, atau tikus atau apa.Pokoknya digigit datang ke UGD itu sudah dalam kondisi gagal nafas.Langsung diintubasi, kemudian ventilator, kan nggak bisa nafas.Kalau nggak, mati ya.Nah, hari ini juga bangun.
Jadi dinafasin.Jadi itu kebahagiaan sejatinya.
Wow, luar biasa sih.Luar biasa sih.Kalau nggak, ya kayak yang di WIJEN dulu tuh.Udah salah lah ya penanganannya.
Obatnya salah, penanganannya salah.Dan kita semuanya nggak tahu apa yang benar, gitu kan.Nah, jadi kalau sekarang sudah ada harapannya.Bungunya sudah benar, obatnya sudah benar.penanganan awal sudah benar dan saya harap kasus tahun 2025 itu yang diklaporkan ke saya itu 8 .213 yang mati cuma 26 orang.Kalau dulu prediksi saya 130 .000 yang mati 10 persen mas.
Sekarang gak ada 10 persen.Nah itu perjuangan berat 24 jam kali 14 tahun.
Nah dari tadi itu dokter Tri dikonsulkan oleh banyak sekali rumah sakit.
Kalau mau liat boleh.
Jadi maksudnya kayak, oh ini ular, dokter teri.Jadi pada konsulnya ke dokter teri.
Betul, jadi begini ceritanya.Saya berpikir bahwa ilmu yang neglected ini harus dikembangkan.Tapi kan di kurikulum gak ada.Terus caranya gimana?Kemudian saya waktu itu ketemu dengan menteri kesehatan yang sebelum sekarang.Dia bilang, kan dia tentara tuh.
Anak buahku mati semua.Dia gigit telor, dia bilang gitu.Jadi kamu pindah aja ke Kementerian Kesehatan, buatlah program ini.Jadi aku pindah ke Jakarta, mungkin kalau Mas Radhika lihat itu, aku bukan di Jakarta sebetulnya ya.Tapi sejak 2019, SK aku pindah ke Jakarta ke Kementerian Kesehatan, membuat program ini.Jadi program ini ku mulai di tahun 2020, selesai Covid ya.
"Your service and product truly is the best and best value I have found after hours of searching."
β Adrian, Johannesburg, South Africa
Want to transcribe your own content?
Get started freeTapi baru betul -betul jadi program 2022, dan antifenom mulai dibelikan 2023 oleh negara.Nah, waktu itu aku dikasih 10 miliar oleh Pak Menteri Kesehatan sekarang.Terus 6 miliar, 18 miliar untuk beli seluruh Indonesia.Tahun ini 18 miliar.Tahun depan aku pingin 25 miliar.Tapi buat sendiri, gitu.
Jadi sekarang kita sudah mulai membuat sendiri.Iya.Karena masalahnya kalau produksi sendiri bisa lebih murah, Mas.Kalau beli kan ya mahal.Ada ongkos, apa namanya, tax -nya.Ada ongkos, iya.
Terus ada...Longkos ini juga apa namanya.Impor mungkin?Iya, terus itu loh mas kalau bahasa Jawa, aku orang Jawa ya mas ya.Iya, iya, iya.Bati itu apa namanya?
Bati itu.Untung punya pabrik itu gede.Tadi mereka tau.Tapi aku gak bisa kasih tau sekarang.Nanti aku ilang itu.Jadi pokoknya itu berapa persen, berapa kali lipat ratusan persen.
Jadi aku kalau bikin sendiri, bersama pabrik di Indonesia, apalagi ini pabriknya kan pabriknya tentara, Labiofax sama Etanaya.Jadi kita bisa membuat harganya murah.Sehingga rumah sakit bisa beli.Kalau impianku puskesmas bisa, tapi puskesmas itu harus punya alatnya dulu.Misalnya...Untuk apa?
Nyimpen?
Bukan, bukan alat nyimpen.
Oh buat bikin?
Bukan.alat pertolongan untuk misalnya tadi, harus intubasi kan.Kalau airway breathing, sirkulasi itu nggak oke, meskipun dikasih antivenom, pasiennya mati.Karena yang nggak patent adalah jalan nafas.Jadi dia harus ditolong itu.Nah, kapan itu ada kasus di Papua, jalan nafasnya itu ETT -nya ETT bayi, orangnya orang dewasa.
Ya tetap matilah meskipun dikasih antivenom.Jadi itu harus dilengkapi dulu, baru dilengkapi antivenom.Dan lab.Karena kalau yang hematotosis itu dosisnya berapa, itu tergantung labnya.Kalau trombositnya kurang dari 50 ribu, maka 2 vial saja atau 4 vial gitu kan.Nah, jadi kalau nggak ada labnya, ukurannya apa?
Masa ngawur kan nggak bisa?Paham, paham, paham.Nah, jadi kelengkapan puskesmas harus lengkap dulu, baru dikasih obatnya.Jadi sementara ini masih rumah sakit.Tapi aku nggak kasih rumah sakit, kasih dinas kesehatan.Ada prosedur rumah sakit memberiku rumah sakit mas di Indonesia.
Kalau di Malaysia ada, di Edele ada.Jadi misalnya Women and Children tadi punya antivenom.Kemudian diminta oleh rumah sakit pusat Edele gitu ya.Bisa dikirimin, kalau Indonesia nggak ada.Karena rumah sakit itu kalau dikasih sesuatu ya untukku sendiri.Gitu.
Jadi dinas kesehatan aja yang membagikan.Baik itu swasta atau negeri.Karena yang penting ada pasennya dan itu iban negara kan.Terus ada sistemiknya dan ACC dari ahlinya.Oke.Kita berikan gratis.
Jadi...Cari aja rumah sakit terdekat, nggak usah cari jauh -jauh.Karena kalau cari jauh -jauh, nanti mati.Karena proses pre -hospital tadi kan, belum tentu dia bawa ambulans.Biasa jauh naik motor gitu kan.Nah, gitu.
Jadi aku pakai sistem baru.
Artinya kalau digigit ular, cari rumah sakit terdekat, atau nanti di dinas kesehatan yang akan distribusi vaksinnya.
Nah, terus kan ada WA Group ini, jadi dokternya bisa konsul.24 jam.Kali 365 hari.Nanti aku ngomong di satu jam disini udah banyak lah konsulannya.
Ini ada yang harus dibalas dulu gak sih sebetulnya?
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeMaafin, aku masih ngomong sama Sredika.Jadi konsulnya nanti ya.
Aduh, aduh.Oke.Tadi ada disebut... itu kemungkinan bisa ular yang neurotoksin.
Memang bisa ular...Ada yang melakukan hematotoksin juga.
Nah, bisa ular itu ada berapa macam sih?
Di Indonesia ada dua yang terutama.Jadi sebetulnya macamnya banyak mas, ratusan ya.Ada sitotoksin, hematotoksin, renal toxicity, banyak.Tapi di Indonesia rata -rata itu neurotoksin sama hematotoksin.Jadi membuat pelumpuhan otot -otot yang diperserapi oleh syarab itu, dan yang membuat faktor pembekuan darah Rusak, hematotoksin.
Hematotoksin pembukaan darah rusak.
Iya, jadi perdarahan mas.Ayo mata darah, muntah darah, telinga keluar darah, pipisnya darah.Terus kemudian berak darah dan sebagainya.Jadi DIC, Diseminated Intravascular Coagulopathy.Artinya darah gak bisa beku, matilah orangnya hasil akhir.Terus satu lagi?
Nah, neurotoksin itu ada banyak.zat kimia di antara sarap -sarap itu namanya asetilkolin.Dia harus berikatan dengan reseptornya, dia akan mengaktivasi kontraksi otot -otot.Misalnya tanganku gerak -gerak ini, berarti asetilkolinku di tangan ini berikatan reseptornya sehingga tanganku bisa gerak -gerak.Nah, tapi kalau di antara sarap dan otot tadi itu ada venom, ada bisa ular, dia menghalangi itu kan, jadi akhirnya lumpuh.Jadi terjadi kelumpuhan otot -otot.
...otot yang disitu ada gigitan ularnya.
Ya itu yang menyebabkan gagal nafas.
Betul.
Karena gak ada...
Karena otot -otot pernafasan lumpuh.Dia gak bisa nelan karena otot -otot...Pencernaan lumpuh.Kelopak mata ini jatuh karena nggak bisa kontraksi, karena lumpuh.Jadi itu yang menyebabkan kelumpuhan secara umum sehingga dia menjadi koma karena respiratory failure, gagal nafas.
Nah, mayoritas di Indonesia tuh ada dua, neurotoxin sama hematotoxin.
Tapi renal toxicity ya ada.Gagal ginjal, ya itu... pada ular laut dan ada daboya, ular langka di NTT, NTB.Di mana dia, kalau daboya itu hematotoksin, kalau ular laut itu neurotoksin.Jadi Indonesia itu ada daerah yang aneh, Mas.Indonesia bagian Barat, Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, itu ularnya ular Asia.Karena dulu itu Sundaland, kan?
Nah, tapi Pak, Dulu Saholen, jadi ularnya ular Australia.Tetapi kalo mas Dika pergi ke Sulawesi, NTT, NTB itu Wales area.Dimana Wales area ini ularnya adalah ular langka, ular -ular purba kala.Komodo aja ada, jadi disana itu ularnya juga gitu.Ada trimestrus insularis blue yang hanya ada di Kupulo Komodo.Mas.
Dan itu beracun.
Ada Boya Siamensis yang di seluruh Indonesia itu jarang ada.Aku selama jadi alih ular ini 14 tahun tuh gak pernah ada.Tapi katanya tahun 50 pernah ada di Ngersi katanya ya.Tapi kalau sekarang ini cuma NTB.NTB itu Bima dan Dompu.NTT -nya Komodo, Lembata, Adonara, sama ini apa?
"The accuracy (including various accents, including strong accents) and unlimited transcripts is what makes my heart sing."
β Donni, Queensland, Australia
Want to transcribe your own content?
Get started freeFloresika, nah gitu.Jadi memang ada daerah -daerah itu, jadinya ularnya ular khusus.Dan kalau Lembata itu memang sebuah daerah yang aku punya cerita tentang itu.Sama tadi, aku harus pergi ke...Thailand membeli antivenom itu, nyampe di Jakarta aku baru sadar lembata tuh jauh mas.Jadi harus terbang lagi ke Surabaya, Jakarta -Surabaya.
Surabaya kupang -kupang lembata 4 hari.Orang itu harus nunggu antivenom itu.
Tapi dalam 4 hari masih aman tuh?
Hidup.Karena kuncinya ada di airway bleeding, sirkulasi tadi.Jadi sama si dokter udah di intubasi, udah di ventilator, tinggal nunggu aku saja untuk membuat perdarahan dan gagal ginjalnya selesai.
Nah, antara neurotoksin sama hematotoksin yang sebenarnya potensinya paling berbahaya.
Dua -duanya.
Memang dua -duanya.
Gak ada yang lebih itu ya.Gini, kalau neurotoksin itu...Ada obat namanya antikolin esterase.Tadi aku kan cerita.Dalam prosedur yang aku buat sekarang.Sekarang aku membuat kebijakan, Mas.
Jadi aku tuh bekerja di BKPK.Badan, Kebijakan, Pembangunan, Kesehatan, Tetua Timker, Keracunan ini.Sama ini, PTN tadi.Oh ya, buat nutrisi itu ya?Iya, nutri level dan sebagainya.Nah, jadi di situ kita membuat sebuah kebijakan bahwa untuk Puskesmas karena nggak dapet antivenom, kita kasih antikolin estetik.
Karena dia itu tidak spesifik nggak apa -apa dan bisa dikasihkan oleh seorang perawat.Karena tidak semua puskesmas ada dokternya kan.Misalnya dokternya pas pulang dan sebagainya perawat bisa.Cuma pemeriksaan fisik aja nggak ada labnya.Karena nerotoksin itu tidak pakai lab.Cukup yang fisik.
Tadi itu ya misalnya kelopak matanya jatuh.Nggak bisa nafas.Nggak bisa nelan dan disuruh minum.Nggak bisa nelan.Tanda -tandanya.Nah, jadi itu bisa disuntikkan berupa ampulan gitu.
Antikolin esterase.
Tapi nggak 100 % sembuh, kan?
Nah, dia kalau antifenom itu total.Jadi dia mengingkat vifenom semuanya.Sehingga astatil kolin bisa berikatan reseptornya.Kalau antikolin esterase misalnya mereknya, boleh ngomong merek ya?Boleh.Neostigmin itu mengikat...
Partial, sedikit, separoh gitu aja.Partial, jadi harus dikasih per 3 jam.Kalau anti -venom kan enggak.Jadi kalau itu per 3 jam.Nah itu dikasihkan di puskesmas.Bisa itu kalau Neurotoxin.
Ada lagi pakai intubasi tadi.Airway Breathing Circulation.Tapi kalau itu...Orang sembuhnya lama, bisa satu setengah bulan tanpa antivenom.Akibatnya yang terjadi infeksi sekunder.Pneumoni kan?
Pneumoni postural karena tidur terus jadi akhirnya infeksi paru -paru.Atau Dikubitus ya jadi infeksi karena luka -luka itu.Sehingga survivalnya dia juga dikit.Jadi antivenom dibutuhkan supaya cepat pengikatan si venom.Tapi kalau yang hematotoksin nggak ada masalah antivenom.Jadi hematotoksin dikasih obat -obatan asamtraneksamata fusi.
Nggak akan ngangkat.Makanya aku cerita, pertama kali aku membeli antivenom dengan gajiku sebagai PNS adalah ular hijau Bondowoso.Selain memang hari itu aku menemukan pasien itu, karena aku tahu tidak ada obat lain selain antivenom itu yang bisa menolong dia.Kalau itu nerotoksin, ya pasang intubasi.sama kasih antikolinesterase, bisa sembuh, bisa.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeTapi kalau pakai intubasi dan dikasih obat yang itu?Hanya untuk Neurotoxin.Dan berapa jam sekali kan dikasihnya ya?Iya, betul.Tapi tetap 100 % sembuh total bisa?Bisa.
Sekarang ini ada satu ular Papua, namanya mikropakis EKHK.Nggak ada obatnya di seluruh dunia.Dan aku juga belum bikin, nanti masih mau bikin.Jadi itu takasinya antikolinesterase itu.Sembuh, hidup, hidup, sembuh.Tapi ya tiga jam sekali ngasihnya.
Penggel nyuntik aja sih.Betul.Oke.Nah, tadi dibilang belum ada obatnya.Berarti apakah untuk pembuatan antivenom itu... ...kita butuh bisa ularnya asli, dan tiap antivenom tuh spesifikannya per ular?Atau ada yang obat antivenom neurotoksin, itu bisa semua neurotoksin.
Hematotoksin, antivenomnya bisa buat semuanya.Apa memang harus spesifik per ular?
Nah, ini yang tanya memang ahli ya.Kami sudah bisa jadi ahli ular, Mas.Betul banget padahal baru ketemu aku gak ada satu jam ya.Siap, siap, siap.Jadi gini mas, zaman dulu konvensional anti -venom dibuat dari venom.Tapi zaman sekarang bisa sintetik.
Oh iya?
Gimana?Kita mau bikin, ada tuh rahasianya.Tertarik gak?
Kenapa gue tertarik tiba -tiba?
Jadi begini, dulu harus diambil venom ular.Di milking kan glandula dari kelenjar venom itu kan di pipinya ular gini.Jadi dipencet -pencet supaya keluar, iya namanya di milking.Dan ada tekniknya.Nah tekniknya ini gak boleh ngawur, kalau ngawur yang keluar air liur, bukan venomnya.Karena venomnya itu bercampur dengan air liur itu dan dia adalah protein enzymatik.
Nah, jadi memang khas ya.Nah, kemudian dalam perjalanannya memilking itu tidak semuanya berhasil.Kalau ularnya stres ya nggak keluar, Mas.Dan sekarang kan memang banyak sekali ular -ular itu mau dibunuh karena kulitnya dijadikan sepatu, tas.Jadi akhirnya si ular ini nggak bisa keluar fenomnya dengan bagus.Karena ular itu ketika harus dimilking, dia harus bahagia, Mas.
Sehingga fenomnya itu betul -betul fenom yang berkualitas.
Kita harus membahagiakan dia dulu.
Dan itu yang kulihat di banyak negara termasuk Australia tadi.Ada mas nanti kapan -kapan kalau Adelaide tak tunjukkan ya pabriknya sekurius itu.Ada di Adelaide itu.Jadi ularnya tuh bahagia disana.Dia di blue...Diberi tempat yang betul -betul nyaman.
Seperti di Thailand juga ya, nyaman.Kemudian dia diberi makan yang istimewa juga.Pokoknya dirawat sampai bagus sehingga dia bahagia.Sehingga kalau di milking itu dia tidak langsung mati.Tapi dia bertahan dan venomnya itu berkualitas bagus.Nah...
Sekarang yang menjadi masalah itu, tidak semua hari, tidak semua ular bisa seperti itu.Jadi kita harus memikirkan, padahal antifenom kan harus terus ada ya.Bukan tergantung pada kondisi ularnya.Kalau ular yang sakit kan gak keluar juga kan fenomnya.Nah jadi, Banyak sekali teman -teman saya sebagai alih ular itu mencoba membuat sintetik dan berhasil.Yaitu di Denmark, salah satu teman saya juga sama di Amerika.
Meskipun belum jadi dalam clinical trial ya, jadi dalam riset ya.Ada harapan bahwa kita cukup statis.Tes saja, fenom sudah menjadi anti fenom yang sangat banyak.Sekarang kan metode -metode banyak sekali, alat -alat juga banyak sekali.Misalnya pake salah satu ayat kitab misalnya ya, dengan kitab ini.LCMSMSGTGF itu lemesna.
Gatau itu apa?Ya pokoknya alat untuk sequencing gitu.Nanti ikut aku ke situ sebentar.Kebrin, nanti ada alat itu.
Oh kebrin, gak sih?Kayaknya gak deh.Serius banget tiba -tiba kebrin.
"I'd definitely pay more for this as your audio transcription is miles ahead of the rest."
β Dave, Leeds, United Kingdom
Want to transcribe your own content?
Get started freeDalam minggu ini aku mau liat alat itu bersama temen -temen Viva.Kalau tertarik ayo ikut, boleh.
Ya artinya dia meng -copy sekuens dari DNA si itunya kan.
Iya untuk dibuat lebih banyak dan untuk misalnya kan harus disuntik di kuda, ternyata tidak.Bisa aja mix kelede dan kuda seperti di India, namanya mule.Jadi sekarang itu ada hewan baru mas, mix antara kelede dan kuda namanya mule.
Beracun juga tuh?
Enggak lah.Atau yang dipikirkan oleh saya ya, adalah dari bakterifak.Kita kan sudah tahu, misalnya kayak anti -titanus.Dulu kan juga di...Cuntikan di kuda tau, tapi sekarang itu tagam dalam seru manusia kan bisa juga.Atau dari bakteriofak juga bisa.
Karena kalau bakteri itu, memang pada awalnya satu chamber itu mahal banget.Tapi itu untuk selamanya.Selama bakteri itu nggak mati, kayak kita bikin yoghurt itu kan ada bakterinya.Selama bakteri itu nggak mati kan kita terus produksi.
Diternakin terus ya?
Betul.Nah, kami pingin bikin seperti itu karena teman -teman di Denmark dan Amerika tuh lagi seperti itu.Nah, kalau sudah seperti itu, antifenom tuh mudah.
Art -artinya mungkin biaya awal set -up -nya aja yang mahal.
Tapi kan bisa berurusan.
Berarti yang sekarang beredar, antifenom -antifenom beredar masih konvensional.
Iya, dimana diambil ularnya, di -milking, kemudian di -purifikasi, dilihat mana komposisi dari protein enzymatik yang biologis.Sehingga dia yang diambil untuk disuntikan di kuda.Kuda nanti kan membentuk antibody.Jadi sebetulnya kita ngambil antibody -nya kuda.Dan itu masalahnya kenapa harus kuda?Karena kuda itu ternyata yang paling cocok dengan manusia.
Dulu saya pernah berpikir, gimana kalau pakai ayam ya?Kan saya suka ayam, gitu.Nggak bisa.Ternyata nggak terlalu cocok.Maksudnya susah nanti.Atau misalnya pake yang gede, misalnya pake kuda nil gitu.
Kayak kaos kuning kuda nil.Gak bisa juga.Jadi yang paling mirip dari riset -riset itu ternyata kuda atau tadi di mix sama keledai tadi.Jadi keledai kan murah, kuda kan mahal.Jadi nanti jadi mulenya tuh agak murah.
Kalo Ali Kungfu kan kokoh tuh.
Iya, iya misalnya.
Kuda -kudanya.
Itu kayaknya bagus itu.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeOke.Nah, berarti...Jumlah anti -venom yang tersedia di dunia, itu sebenernya gak terlalu banyak dong?
Enggak, karena dalam, tadi itu, ini adalah ilmu yang negatif mas.Memang, aku kalau mau cerita nih, jangan diketawain ya mas.Kalau di Asia ini alih yang cewek itu aku, kita yang lain cowok -cowok.Jadi, dulu...Orang -orang gak percaya kok yang datang ibu -ibu gitu.Ada satu ketika saya pergi, saya lupa rumah sakit mana, Kerawang atau mana ya gitu.
Aku waktu datang tuh dipikir keluarga pasien, karena ibu -ibu.Jadi aku sudah biasa gitu Mas kalau pergi ke rumah sakit atau di inkes itu dipikir ibu -ibu.Karena ya itu tadi kok pembawaannya gak meyakinkan.Lebih cocok ibu -ibu ke pasar gitu.
Astaga.
Nah jadi karena begitu akhirnya produksi antibisa ular juga susah.Karena alinya jarang, kemudian neglektif, kenapa -kenapa.jadi agak susah ilmunya.Aneh juga ilmunya, karena di luar kedokteran kan gitu ya.Jadi itu mix antara biologi, kedokteran hewan, farmasi kan gitu ya.Jadi aku harus belajar semua.
Tapi aku tadi cerita ya, jadi masterku itu master imunologi mas.Kemudian SDG aku tadi biomedik.Nah spesialisku kan emergency tadi.Jadi ilmu itu ternyata memang direncanakan Tuhan supaya aku menjadi alitoksin.Dulu aku gak tau mas, ya sekedar sekolah.Namanya juga waktu itu yang buka master imunologi, yaudahlah sekolah S2 imunologi gitu kan.
Terus waktu itu aku sekolah spesial itu bareng S3.Ternyata ada biomedik ya sekolah itu.Ternyata kalau aku tidak belajar ilmu itu, gak ngerti akan...Bagaimana venom bekerja tadi.Nah, jadi akhirnya karena antivenomnya dikit, ya kita punya keterbatasan, limitasi.Nah, akhirnya pake kira -kira obat -obat ya kayak tadi, antikolinesterase, kayak itu.
Kalau itu mah bisa buat telotoksin, tapi hematotoksin tuh berbahaya banget kalau nggak pake antivenom, kan?
Betul.Nah, jadi sebetulnya kondisi itu terjadi kalau sistemik, Mas.Kalau lokal nggak.Jadi sekarang sategiku adalah membuat jadi lokal aja.Jangan sampai jadi sistemik.Nah, itu dia.
Pertanyaan bagus soalnya.
Winter ini Mas Radhika.
Jadi gini, ketika saya tahu bahwa antifenom dikit membuatnya juga sedikit, ternyata nggak ada pabrik yang tertarik, maka kita harus potong di Pasus sistemiknya itu kan.Nah jadi fase lokal masih inget kata -katku tadi, kami diajari cross insisi.Padahal fenomnya lewat kelenjar getah bening.Jadi salah toh.Salah -salah jalan kan.Kita pikir dengan darah dikeluarin itu fenomnya keluar.
Ternyata enggak.Nah jadi akhirnya kita belajar.apa sih first aid kalau itu kelenjar ketapening?Ternyata...Kalo kontraksi otot -otot ini akan mengaktifkan pompa atau pumping dari kelenjar getah pening.Jadi kita harus membuat otot itu tidak kontraksi.
Caranya adalah dengan membuat tidak bergerak.Yaitu cara seperti kita membuat bidai untuk patah tulang.Makanya namanya imobilisasi.I, tidak, mobil bergerak.Jadi membuat tidak bergerak.Nah, pakai kayu atau bambu, atau kardus, atau digendong.
Di tempat gigitan?
Betul.Kalau kaki ya harus digendong.Kalau di Pakistan itu dibonceng sepeda motor, ditaruh di ambulan, gitu.Pokoknya dia nggak boleh jalan.Kalau dia jalan, dia akan dengan cepat mengaktifkan pompa kelenjar ketak bening itu.Sehingga menyebar dan akhirnya merusak organ -organ.
Nah itulah yang kita liatkan sekarang.Makanya yang mati cuma 26.Karena namanya first aid itu jadi nomor 1.Supaya jadi vaso lokal aja.Tidak jadi vaso sistemik.Tahun depan.
Dari tahun 2012 sampai 2022, 10 tahun, aku mengadakan sebuah riset.Karena dulu aku kan peneliti media ya, di lid bank kementerian kesehatan.Jadi data 10 tahun itu menunjukkan kalau pasien datang itu sudah tidak bergerak atau puskesma sudah membuat tidak bergerak ke UGD, maka di UGD tidak jadi sistemik.Cukup observasi 24 jam sampai 48 jam, 1 sampai 2 hari, maka tidak jadi sistemik.Pulang sehat.Karena fenomnya dikeluarkan secara mikro.
"99% accuracy and it switches languages, even though you choose one before you transcribe. Upload β Transcribe β Download and repeat!"
β Ruben, Netherlands
Want to transcribe your own content?
Get started freeoleh tubuh kita, kan tubuh yang pandai nih, tubuh kita itu tubuh yang pandai loh mas.Kita makhluk tertinggi di dunia.Iya, iya, iya.Nah yang diciptakan Tuhan dengan sistem kresi dan sekresi.Dimana otomatis kalo itu sedikit fenomnya dikeluarkan oleh tubuh kita.kita secara otomatis.
Tapi kalau organ -organ itu rusak, yuk gak bisa ngeluarkan dia, karena sudah rusak.Jadi, first aid yang salah -salah, kayak cross -insisi, kayak diikat, dikasih air panas, kemudian dikasih batu hitam.Dulu orang Papua tuh kasih batu hitam.Dikasih, aku dulu pernah dapet pasien itu warnanya hijau, Mas.Karena sekujur tubuhnya ...dikasih daun -daunan.Kalo orang Jawa bilang diboboi.
Ya gak bisa lah.
Kalo saya mah terima orang ijo lagi marah ya Bang.
Jadi huluk.
Tapi ya, oh berarti ini ilmu yang menarik banget nih.Jadi begitu kalau kita lagi amit -amit kena gigitan ular, langsung imobilisasi.
Betul, dibuat tidak bergerak.Dan sekarang aku lagi ngajarin ke anak SD.Moga -moga UKS ada lagi, ke pramuka -pramuka.Kemarin aku baru ke Cibubur ngajari pramuka -pramuka tuh.Mulai dari siaga, penggalang, apalagi nih, aku udah lapar.Pokoknya dari anak -anak kecil sampai dewasa dengan bahasa sederhana.
Aku juga punya animasi kemarin.kirimin ke Mbak Kanye ya.Animasi tentang bagaimana imobilisasi itu bisa menolong.Jadi anak -anak kecil bisa itu.Aku buat leaflet, bikin video -video, bikin podcast kayak gini.Mungkin podcast -nya Mas Ardhika bisa se -Indonesia ya.
Jadi mereka melakukan imobilisasi supaya selamat.Karena itu first aid yang dianjurkan oleh WHO.
Karena jujur aku baru tau.Kayaknya semua orang disini baru tau deh.Yang nonton juga baru tau.Ternyata digigit ular tuh harus diimobilisasi.
Itu aku baru tau.100 % baru tau.
Karena gara -gara film tuh.
Tapi kalau di film...Ya gimana kalau bikin film yang benar aja?Ya tapi kan jadi secara visual...Dia bintangnya seberdua, cocok.Satu digigitkan ular.
Boleh kita cari lagi?dulu ya.
Dia punya ular.Tapi kalo di film kayaknya agak beda banget.Iya.Makanya para sutradara belajar dari aku dulu gratis kok.
Cuman jadinya kurang action dong.
Iya betul.
Lagi ini di gate ular, dia gini dulu.Darahnya harus imobilisasi.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeDi gambar kayaknya kurang action.Kalo ini, ada darahnya.
Oh iya tapi itu yang bener, imobilisasi yang bener.
Jadi perjuanganku itu...Lumayan berat, ketika kembali ke Indonesia.Tadi kan tanya gimana dari Edele pulang ke Indonesia.Betul.Waktu dari Edele pulang ke Indonesia 2017, kan aku sudah jadi advisor WHO 2016.Nah, jadi bekal buku Gateline itu aku bawa ke Indonesia, terus aku sekolah di Edele tadi.
Aku mulai training, dan trainingnya agak membabi buta, Mas.Kenapa tuh?Contohnya gini, ada ibu -ibu kumpul ya, ibu -ibu RT gitu, tak bilangin.Bu, bu, dari yang rumpi, ayo tak training yuk.Jadi aku training di depan rumah tuh.
Untuk gigitan ular.
Iya.Jadi ibu -ibu yang bingung.Terus pulang ke rumahnya, bilang ke suaminya.Aku tadi ketemu Dr. Maha, dia ajarin gini -gini.Suaminya bilang, lama -lama kamu kayak Dr. Maha gigitan ular.Dan bahkan semua orang yang deket dengan aku, besoknya suaminya bilang.
Istriku kamu ajarin apa?Kok cerita sebagainya?Nah, jadi rupanya ibu -ibu ini...Kan ibu -ibu tuh kalau di rumah jadi guru, ya jadi dokter.Iya kan?Jadi, rupanya adalah orang -orang audien yang bagus.
Kemudian kalau aku misalnya ketemu dokter -dokter idi tuh.Aku bilang, eh kenapa gak bikin seminar ular gratis?Kok aku aja pembicaranya kayak gitu.Misalnya, maafkan ya, aku Kristen.Aku ke gereja ya gitu.Acara di gereja gak ada tuh.
Eh gimana kalau aku training gigitan ular?Hah?Ke gereja.
Tapi lah mau juga gitu.Kita gak pernah tahu itu menyelamatkan nyawa siapa kan?Iya.Dengan pengetahuan.ini kan?
Betul.Jadi tahun -tahun itu aku membabibuta kayak gitu mas.Tapi itu membuat aku bahagia.Jadi karena aku bahagia, ternyata ini berarti banyak -banyak orang.Meskipun agak membabibuta dan agak memaksa gitu.Iya, iya, iya.
Tapi akhirnya aku tau dengan kapasitas kita yang...Pokoknya mau memberitakan itu.Akhirnya sekarang kita tau tuh, 280 juta ini, mungkin sudah 10 juta orang mendengar tentang ini.Meskipun hari ini baru pertama Mas Raditya tuh denger ya.Iya, kalau aku baru.Jadi akhirnya ada harapan bahwa bangsa kita itu tidak mati karena gigitan ular.
Iya, paham.Oke, berarti apakah...Populasi ular di Indonesia tuh cukup banyak.
Ya itu dia.
Banyak ya?
Jadi Indonesia itu negara ketiga di dunia yang ularnya terbanyak.Kira -kira ada 380 spesies.Yang tidak berbisa tiga ratusan, yang 80 tuh berbisa.Wow.Ah ya, akan ular.
Wow.Ada rankingnya gak?Ular yang paling berbisa apa segala macam.Ada ranking gitu ya?
Sayangnya 80 itu berbisa semua mas.
"Cockatoo has made my life as a documentary video producer much easier because I no longer have to transcribe interviews by hand."
β Peter, Los Angeles, United States
Want to transcribe your own content?
Get started freeArtinya ada gak yang paling mematikan dari rank lain?
Nah dulu, dulu tuh ada berbisa menengah gitu.Tapi sekarang udah gak ada lagi.Sekarang itu pembagiannya hanya berbisa dan tidak berbisa.Karena kalau dia berbisa menengah, berbisa sedang itu langsung tidak berbisa.Tapi yang berbisa itu...Yang dulu berbisa tinggi ya, langsung itu ular berbisa.
Jadi di Indonesia ini spesialnya adalah semua ular berbisa, Mas.Yang berbisa 80 itu.Jadi kalau yang 300, ya tidak berbisa.Itu aja.
Artinya ada nggak ular yang mungkin fenomenya tidak sekuat itu sampai menyebabkan kematian?
Hampir semuanya menyebabkan kematian.
Pasti menyebabkan kematian ya?Iya.
Meskipun mungkin mati.mati enak, mati nggak enak gitu.Kan kalau mati enak itu ditolong di rumah sakit, mati nggak enak di rumah.
Oh jadi nggak ada yang kayak gitu ya?Kayak digigit tapi ternyata cuma bikin bengkak atau...
Nah itu fase lokal.Jadi kalau itu bukan dari spesiesnya, tapi dari titer fenom yang masuk di kita.Karena tidak semua, kan kita tau tuh.Fenom itu sebetulnya untuk pencernaan dari ular, ya kan?Jadi ular tuh pengen makan tikus.Dan kan dia gak punya gigi kayak manusia, bisa ngunyak -ngunyak gitu kan gak ada.
Jadi caranya dia bunuh dulu mangsanya, jadi nekrosis misalnya kayak kobra.Kemudian ditelan dia.Jadi kalau dia baru makan, ya tentu saja kantong bisanya abis lah untuk mencernakan makanan.Terus kalau dia, kan dia menggigit manusia kalau merasa terancam aja.Aku cerita kan ular itu buta dan tuli toh.Jadi sebetulnya dia gak tau tuh manusia, hewan, atau pohon.
Dia hanya tau ada yang ngancam dia.Makhluk lain di luar dia.Jadi dia pasang kuda -kuda defense tuh dengan cara menggigit gitu mah.Jadi kalau dia sudah menggigit tikus barusan kan kantong bisanya tinggal sedikit.Jadi yang masuk ke tubuh manusia cuma sedikit.Tidak bisa menyimpulkan fatalitas.
Oh.Jadi bukan spesiesnya tapi tikus.yang masuk ke manusia.
Berarti artinya kalau kita degit ular bebisa, dan bisanya itu sedikit, mungkin aja kita tidak mati.Betul.
Namanya fase lokal.Karena tadi ada fase lokal, fase sistemik.Betul.
Oke.Aku suka nonton dokumenter kan?Nggak.Nah, katanya ular laut...
Nat Geo ya?
Iya, Nat Geo.Katanya ular laut lebih mematikan dari...
Bener nggak?Nah, ada ceritanya.Indonesia itu kaya akan ular laut.Karena di...Kita kan cipta...Garis pantai terpanjang di dunia ya, jadi ularannya banyak.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeBahkan ada satu pulau di deketnya Bima.itu namanya pulau ular laut.Jadi satu pulau itu isinya ular laut semua.Tapi ular laut ini kan ada fenomen efeknya neurotoksin sama renal toxicity.Jadi dia membuat kelumpuhan dari otot -otot sehingga dia gagal nafas dan gagal jinjal.Jadi matinya memang cepat.
Tapi dia tidak agresif.Jadi dia diem aja.Tapi pasienku kemarin tuh gini, dia itu nelayan, membuka layarnya.Si ular ini tergencet antara tali layarnya dengan dia.Jadi dia sakit tuh.Nah dia menggigit si nelayan.
Jadi dia hanya menggigit kalau terancam.Nah dia tidak agresif.Kalo bayangkan kalo agresif, orang berenang dikejar gitu gimana.Nah enggak.Ya Tuhan tuh adil lah.Ular yang berbisa dua tadi, neurotoxin dan... ...apa, renal toxicity, dikasih tidak agresif.
Supaya gak banyak manusia yang kegigit ular.Jadi di Indonesia ini, kasus gigitan ular laut banyak.Yang kutolong kira -kira dalam 15 tahun aku jadi alih luar, kira -kira 10 kasus.Nah yang meninggal cuma satu.Ya itu tadi, karena kita sudah beli antibisa ularnya dan pake cara...Pakai, apa namanya, antikolinesterase tadi dan airway breathing sirkulasi.
Nah, cara itu juga bisa ngaruh ke renal toxicity -nya?
Iya, jadi dia itu pasti akan menjadi gagal ginjal, akut.Nah, gagal ginjal.Aku kita tau ya, jadi misalnya urium kreatinnya ningkat.Kemudian tadi itu kencingnya dikit, ya kayak orang gagal ginjal gitu.Nah, dari kondisi gitu kita kasih obat -obatan tadi.Kemudian bisa normal kembali, terutama kalau kasih antivenomnya.
Meskipun harganya, waduh mahal banget.Kira -kira harganya 85 juta satu vial satu orang.Makanya yang beli nih.Mas.Aku bilang, Pak Menteri, tolong hibat negara.Kalau itu beli sendiri...
Kan aku biasa ngelayani puskesmas orang -orang kecil ya.Pasti gak bisa beli.Dan kita sudah menyelamatkan kira -kira sembilan kasus gigitan ular laut itu.Gitu.Hidup semuanya.Atau di sini Cerbon, di Tuban, di mana itu di Kalimantan Timur.
Gara -gara kegencet padahal ya.
Kegencet terus cuk gitu.Ya gitu.Ya namanya ular laut di laut.Kita kan gak tau kalau ada ular laut di situ kan ya.Nah, ya gitu.Jadi saran kita untuk nelayan -nelayan.
Atau orang yang biasa surveying atau apa ya.Hati -hati jangan sampai melukai ular laut.Karena itu tadi.
Daerah mana yang kita harus berhati -hati sebenernya?
Pantai -pantai lah sebenernya.Semua pantai rata tuh.Jadi kasus -kasusnya kasih tau ya.Tuban, kemudian Kalimantan Timur.Kalimantan Timur itu ya daerah -daerah pantai yang Kalau di daerah Berau bisa, kemudian di daerah Balikpapan sama Renda.Kalau Bali itu enggak lah ya?
Bali ada kasus lar laut kemarin di Nusa Penida.Tapi kami tolong juga.
Ternyata ada.Ada.Padahal seringnya kesitu.Ada banyak.Ada juga di Bali.Banyak.
Terus kemudian kemarin di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.
Ada juga.Ada.
Kan tadi itu pulau ular ada di Nusa Tenggara Barat.
"Your service and product truly is the best and best value I have found after hours of searching."
β Adrian, Johannesburg, South Africa
Want to transcribe your own content?
Get started freeOh yang primordial itu ya.
Iya.Yang dari zaman dulu.Betul.Jadi sebetulnya kalau...Kondisi ini ya seluruh Indonesia pasti ada ular laut.Cuma mungkin orang -orang gak tau kalo matinya kena ular laut di bukit.
Matinya tuh kena, kebiasanya orang -orang bilang kalo ini apa, mati di laut tuh angin duduk, angin sambil duduk gitu kan.Padahal itu bisa dua serangan jantung.digigit ular laut atau kesengat ubur -ubur.Karena ubur -ubur itu kardiotoksin gitu.
Kalau dokter Tri pernah digigit ular?
Aku ya enggak lah dokter, aku enggak.Oh enggak, pengen tau aja.Jadi gini mas, ini pertanyaan bagus juga.Aku belajar handling ular yang benar, karena banyak orang tidak belajar handling ular.Aku belajar handling ular yang benar di KSMI tadi, diajan oleh Prof. Thaksa dan kru -nya.Jadi ternyata ular tuh gak boleh dipegang langsung pake tangan, inget lah ya.
Nah, karena ular itu...
Dia merah ular dok, udah tau kan ya?
Iya, tapi gak berpisah untungnya.Jadi gak boleh dipegang pake tangan.Karena tadi tuh ularnya kalo dia merasa terancam ya langsung ngigit aja.Karena dia gak tau itu pemiliknya atau bukan gitu kan.Jadi harus pake alat.Di sana aku diajari misalnya pake tongkat bertali.
Nanti kalau kalian mau kasih videonya.Jadi ya, jadi kita masukkan talinya ke kepala ularnya kere -kere sepertiga.Yang kita pegang ekornya.Nah, kalau atraksi ular ya resikolah.Karena ular dipegang kepalanya, toh.Akhirnya ularnya mengigit.
Nggak salah ularnya, salah manusianya.Kemudian handing pake hook atau pake sesuatu.Misalnya kalau ularnya tidak berbisa gede, nah itu bisa pake karung goni.Pokoknya harus pakai alat.Kalau free handling, tangan telanjang, ya resikonya kita digigit.Kalau digigit, memang ada yang hidup, ada yang nggak ya.
Tapi kalau dibawa ke UGD, ya kasihan dokternya yang ngerepotin dokternya.
Karena kan seharusnya jangan dipegang langsung.
Iya, karena sebetulnya kan itu wildlife animal ya, hewan -hewan liar.Dimana dia memang bukan untuk jadikan pet.
Oke.Emang ada orang pelihara ular berbisa?
Ya banyak lah di Indonesia.Pelihara ular berbisa?Ya banyak lah.Dia tau kali.
Iya emang iya?
Banyak, iya.Itu bahaya banget tuh.Karena kan dipikir pet gitu ya, atau dia merasa sakti gitu.Kayak gitu.Jadi kalau saya, yang penting itu adalah kita tahu apa yang sedang kita hadapi.Kalau kita memelihara olahraga bisa, berarti kita tahu resikonya digigit ular.
Jadi ya hati -hati gitu.
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeOke.Tadi...Ngomongin soal ubur -ubur kan juga ada toksinnya.
Oh iya, kardiotoksin, Mas.
Nah itu apa lagi tuh?
Iya, jadi itu kalau hewan laut lebih banyak lagi di Indonesia.Ubur -ubur, stonefish, ikan batu.
Oh yang ini, yang tajam -tajam?
Iya, di punggungnya.Itu banyak, Mas.Chef di Bali itu kan memakai itu untuk makanan laut.Jadi aku tuh dapat pasen chef -chef karena dia gak tau bahwa memegang punggung ikan itu ada duri -durinya yang berisi kantong bisa.Jadi tangannya itu mionecrosis akibat bisa yang disuntikkan oleh duri -duri tadi.Terus kemudian aku dapat di Jakarta sini, dia memelihara di ikan hias telur, lion face, scorpion face, dia gak tau.
Aku bawa yang bagus melambe -lambe itu adalah duri, dipegang lah itu oleh anaknya kecil.Jadi hati -hati mas kalau beli ikan hias liat dulu ikannya apa, fotokan ke aku bener gak ikannya, ikan hias atau bukan.
Terus aku gini, ini ikan mas kali ini.Apa ini ikan mas dikirim ke gue?
Karena kemarin beberapa pasienku tuh kayak gitu.Anak kecil umur 3 tahun.Aku bilang, siapa yang beli ikannya?Bapaknya gitu.
Apa efeknya?
Ya myonecrosis mas.
Apa tuh myonecrosis?
Myonecrosis itu jadi kerusakan jaringan dan kematian jaringan dengan berwarna hitam dan harus di operasi.Harus diatain?Operasi di debri demang, di buang.Jadi akhirnya ya harus diambilkan kulit dan otot dari bokong, di grafting.Karena kulit dan otot yang sudah mati ya harus dibuang, kalau enggak nanti terjadi infeksi sepsis lah ya.Anak kecil lah.
Cuma 3 tahun itu.Aduh sedih banget.Akibat bapak nyulikan hias, aku bilang ke bapak -bapak dan juga penjual ikan hias ya.Kan ada komunitasnya, aku bilang gini, kalau anda gak tau belajar lari aku gratis kok.Mana ikan yang beracun, mana yang tidak.Misalnya ikan pari, itu ekornya kan ada sebuah jarum.
Jarum itu isinya satu.Jadi kalau ketusu itu ya langsung hitam gitu, kematian jaringan.
Berarti kalau kenanya di perut?
Nah itu yang membuat Steve Irving mati.Oh iya.Ketusu di dada.Bayangkan aja dada isinya paru -paru dan jantung toh.Terus nekrosis dibuang kan.
Nggak mungkin bisa.
"The accuracy (including various accents, including strong accents) and unlimited transcripts is what makes my heart sing."
β Donni, Queensland, Australia
Want to transcribe your own content?
Get started freeIya.Jadi akhirnya meninggal.Itu untung?Kebetulan yang nolong itu guruku di untas edele itu.Oh orang Australia juga.Betul.
Salah satu guruku itu adalah dokter emergensi yang nolong.nolong Steve Irving itu.Waktu itu dia cerita.Kan aku juga gak tau ya, walau kondisinya gitu.Dia bilang, aku tuh yang nolong dia karena aku ahli untuk hewan -hewan laut.Jadi kondisi itu membuat tusukan dari ekor ikan pari itu sangat berbahaya.
Terutama di tubuh kita yang tadi itu ada jantung, ada paru perut.Misalnya kena usus ya langsung nekrosis gitu.Kalau kena jantung bayangkan ya langsung bisa.
Aku baru tau loh dia Dia bisa nusuk, maksudnya itu gak sengaja ketusuk atau gimana ya?
Jadi hampir semua ikan -ikan yang punya bisa itu mempunyai kayak otomatis gitu, sebuah metode kayak ubur -ubur ya mas.Dia itu punya namanya sebuah metode.sel penyengat, bentuknya kayak gini.Jadi itu ada di tentakelnya yang panjang -panjang itu, ada nematosit, nematosit ada senidai.Ketika ada sesuatu mendekat dia, kan tadi defense dia ya.Jadi dia itu kan melakukan perlawanan diri, langsung nancep gitu, langsung ini menginjeksikan isinya.
Nah kalau ikan stone face, Ketika dia pegang gini kan, apakah dia masuk di tangan kita atau kita injek misalnya.Langsung si tabung kantong bisa itu bersama durinya, durinya itu sebetulnya adalah tubenya.Jadi dia menusuk, terus kantong bisanya cucut -cucut ini kan.Memang itu mekanisme yang dibuat Tuhan untuk mempertahankan diri hewan -hewan ini.Nah jadi ekor ikan pari juga gitu.Yang berupa jarum itu juga langsung otomatis mengeluarkan isi dari kantong bisanya injeksen.
...ketubuh dari orang tadi.
Dan mungkin bisa sengaja, gak sengaja kena ya?
Banyak yang gak sengaja, iya.
Mungkin ini ikan lagi kayak gini ya?Betul, betul.
Apalagi kalau di laut lepas ya.Kita gak pernah tahu banyak nelayan kayak gitu.Aku juga kasihan terpaksa harus amputasi, harus diberi demang kayak gitu.
Wah seru banget dok kita ngobrol udah panjang banget.Tapi terakhir banget deh.
Ya.
Kondok dok.Ada nggak yang beracun?
Kalau beracun iya, tapi pada hewan.Tapi kalau pada manusia nggak.
Oh nggak?
Itu sama dengan ular picung.Ular picung juga sama.
Apa tuh?
Transcribe all your audio with Cockatoo
Get started freeUlar picung tuh salah satu ular di Indonesia yang punya kayak apa...Apa namanya, gelang leher gitu ya.Jadi sebetulnya itu kan kayak sisi warna kemerahan gitu ya.Keren tapi tuh.Nama latinnya Rabdopis facies.Nah itu biasa di Indonesia disebut ular picung.
Itu juga sama.Kalau hewan itu megang dia, dia natricide.Jadi bisa membuat poison, bukan venom.Poison, keracunan dari si hewan tadi, hewannya bisa membuat.Tapi manusia ini sekali lagi mahluk tertinggi.Jadi kalau pegang itu gak apa -apa, tapi kalau digigit baru pertarahan.
Apa terbeda poison sama venom?
Nah, kalau poison itu kan keracunan.Dia bisa karena memegang, karena terkena.Misalnya kalau koral ya, kita itu kena mata langsung bisa konjunktivitis, bisa radang mata, radang konjunktiva.Ataupun dermatitis kontak intiritan, gatal -gatal.Tapi kalau...Vinom itu ada kantong bisanya.
Sehingga ketika injeksi pake tadi tuh pake gigi, pake duri.Atau pake senidai tadi.Dia melakukan injeksi dari kantong bisanya.Jadi satunya gak butuh alat, satunya butuh alat.Kalau poison tuh pegang aja gak butuh alat kan.Kalau yang satunya butuh alat sengat.
Misalnya kayak tawon butuh sengat.Kalau ular butuh gigi.Kalau ubur -ubur butuh senidai tadi.Nah gitu.
Siap dok terima kasih obrolan hari ini.Seru banget, seru banget.Terima kasih.
Moga -moga menambah pengetahuan dari teman -teman soal ini.
Ya, dan mudah -mudahan teman -teman disini minimalnya yang nonton tuh tau lah pertolongan pertama ya.
Iya.
Kalo digigit ula.
Betul.
Siap.Thank you.Terima kasih dok.Sama -sama.
Get ultra fast and accurate AI transcription with Cockatoo
Get started free β
